Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 14 Maret 2019 / 15:44 WIB

Menyamar Jadi Polisi, Jambret Tewas Didor

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Pelaku penjambretan yang ditembak polisi di wilayah Hukum Polres Purworejo, Syarifudin (22) warga Desa Winong Lor Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo diduga sering menyamar sebagai polisi. Hal ini dibuktikan dengan disitanya rompi bertuliskan polisi beserta atributnya. 

“Mungkin dia sering mengelabuhi warga yang tidak tahu dengan menggunakan rompi polisi, tapi di tempat sepi,” kata Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM, Kamis (14/3).

Dalam gelar perkara penjambretan dengan tewasnya pelaku akibat luka tembak, Indra Kurniawan Mangunsong mengaku pihak keluarga korban sudah bisa menerima akibat kejadian ini. “Keluarga juga mengakui kalau yang bersangkutan, meskipun masih muda tapi sulit dinasehati,” tambahnya.

Sebelum tewas, pelaku melakukan aksi kejahatan di Jalan Tanjung Anom Kutoarjo dengan korban Bayu Widiyanti (51) warga Kosambi Jawa Barat. Saat itu korban mengendarai motor sambil mengangkat HP, korban didekati dan berupaya merebut HP. Korban berusaha mempertahankan sehingga terjadi tarik menarik dan pelaku memukul korban sehingga HP berhasil dirampas. Pelaku langsung kabur. "Kebetulan saat itu di sekitar TKP ada anggota dan langsung melakukan pengejaran,” jelas Indra Kurniawan Mangunsong.

Petugas memperingatkan dengan tembakan ke udara hingga tiga kali namun tidak digubris hingga akhirnya ditembak bagian paha kanan. Pelaku terjatuh dan sempat bangun akan melawan dan merebut senjata petugas. Kemudian pelaku lari merebut motor petugas yang kebetulan kontaknya tidak diambil. Namun tidak jauh dari lokasi korban tersungkur dan dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas.

Dari tangan pelaku polisi menyita motor Honda Beat milik pelaku, dan motor Yamaha Mio milik anggota polisi. Disamping itu dari tangan pelaku disita satu buah HP, tas motif loreng yang berisi 15 buah HP, dua buah tang, tujuh buah obeng, dua flashdisk, Juga identitas tersangka dan orang lain, buku tabungan, lakban warna hitam, sebo motif loreng dan rompi bertuliskan polisi (Nar)