DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 12:40 WIB

BI dan TPID Pantau Perkembangan Harga

YOGYA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen terus memantau perkembangan harga dan kecukupan stok pangan pada tahun 2019. Peningkatan sinergi dan koordinasi antarlembaga di TPID DIY menjadi penting dan kerja sama antardaerah akan terus dikembangkan lagi. Dengan demikian diharapkan stabilisasi harga di daerah dapat terus terjaga dan sasaran inflasi 2019 sebesar 3,5 persen +-1 persen (yoy) dapat tercapai.

Wakil Ketua TPID DIY Budi Hanoto mengungkapkan, perkembangan harga di DIY mencatatkan deflasi - 0,08 persen (mtm) atau 2,53 persen (yoy) pada Februari 2019. Secara tren, Februari identik dengan penurunan tekanan inflasi. Dengan realisasi tersebut, laju inflasi tahun kalender 2019 tercatat 0,34 persen (ytd), yang menjadi level terbaik sejak 2015.

“Pencapaian kali ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi DIY pada Februari dalam 3 tahun terakhir sebesar 0,07 persen (mtm),” ujar Budi.

Kalau melihat komponen inflasi, menurut Budi, tekanan inflasi inti tercatat 0,23 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya. Inflasi inti pada Februari dipengaruhi komoditas konstruksi yang memicu peningkatan tarif komoditas pasir dan kayu balok. Sementara itu peningkatan UMP di awal tahun mulai menunjukkan dampaknya pada peningkatan upah pembantu rumah tangga.

“Komponen administered price mengalami deflasi - 0,42 persen (mtm) atau menurun dibanding bulan sebelumnya. Permintaan terhadap angkutan udara mengalami penurunan pasca berakhirnya liburan Natal dan Tahun Baru. Hal ini menyebabkan tarif angkutan udara cenderung menurun,” jelasnya.

Budi menambahkan, Pertamina telah menurunkan harga jual bahan bakar minyak per 10 Februari 2019, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong deflasi. Komponen volatile food kembali mengalami penurunan tekanan menjadi deflasi sebesar -0,89 persen (mtm).

Deflasi tersebut dipengaruhi mulai stabilnya pasokan telur ayam ras dan daging ayam ras, sehingga harga komoditas tersebut kembali menurun. “Panen raya padi yang diproyeksikan terjadi sejak akhir triwulan I 2019 diperkirakan akan semakin menjaga pasokan dan harga komoditas pangan menjadi stabil,” pungkas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY tersebut. (Ira)