DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 12:52 WIB

21 TPS Kulonprogo Masuk Kategori Rawan Konflik

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Di Kabupaten Kulonprogo terdapat 1.258 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari jumlah tersebut tercatat 21 TPS dikategorikan rawan. Dalam upaya antisipasi agar proses dan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar dan aman, maka jajaran Polres Kulonprogo bersama Satuan Linmas pemkab setempat serta Kodim 0731/Kulonprogo telah menyiapkan langkah-langkah strategi dalam mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Di Desa Karangwuni Kecamatan Wates yang kami kategorikan rawan meliputi TPS 1 sampai 9, kemudian di Desa Ngestihaji juga sama TPS 1 sampai 9. Selanjutnya di Kriyanan Wates meliputi TPS 1 dan TPS 2. Sedangkan di Desa Margosari yang berpotensi rawan TPS 1,” tegas Kabag Ops Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan, SPd.

Dasar penentuan TPS rawan, ungkapnya, untuk Desa Karangwuni, Ngestiharjo dan Kriyanan, karena di tiga desa atau wilayah tersebut terdapat calon legislatif (caleg) potensial yang mempunyai basis massa yang banyak.

Khusus TPS 1 Desa Margosari, Pengasih, lantaran di TPS tersebut pernah ada kejadian, pemilih yang menggunakan hak pilihnya di dalam bilik suara mengambil gambar menggunakan handphone kemudian ditegur oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Namun pelaku tidak terima sehingga terjadi keributan. “Kendati penanganan kasusnya sampai Polres tapi berujung mediasi,” ujarnya.

Terhadap TPS yang rawan konflik, pihaknya akan mengambil langkah-langkah antisipatif, pre-emtif dan preventif. “Pre-emtif, penyuluhan, imbauan kepada tokohtokoh agar pemilu aman, damai dan sejuk. Sedangkan preventif tentu kami akan mencegah dengan melakukan sambang, suluh dan rajin patroli di daerah rawan tersebut,” terangnya.

Tentang pola pengamanan di TPS, pihaknya akan menerapkan dua pola. Untuk di TPS kurang rawan polanya 2 : 20 : 40 (dua polisi dan 20 Linmas mengamankan 40 TPS. Sedangkan terhadap TPS rawan pihaknya menyiapkan dua pola pengamanan yakni, 2 : 3 : 6 (dua polisi mengamankan 3 TPS dibantu enam petugas Linmas), sedangkan pola 2 : 2 : 4 (dua polisi mengamankan 2 TPS dibantu empat petugas Linmas).

“Jika terjadi eskalasi kami sudah menyiapkan pasukan cadangan di Mapolres yang sewaktu-waktu bisa digeser. Kalau masih terjadi kekurangan petugas maka petugas dari Polda DIY yakni Sabhara sebanyak 2 SST dan dari Brimob 2 SST akan di-standby-kan di Mapolres. Di Kodim 0731/ Kulonprogo juga disiagakan pasukan sebagai pemukul terakhir,” ujar Sudarmawan.

Ditambahkan dalam Pemilu 2019 jajarannya menggelar Operasi Mantap Brata 2019 dengan membentuk beberapa satuan tugas (satgas). Untuk pengamanan menerapkan sistem terbuka (Binmas) dan tertutup meliputi intelijen, penegakan hukum/Gakkum ada petugas reskrim. (Rul)