DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 12:11 WIB

Pembangunan Bandung Kamijoro Rampung Dikerjakan

BANTUL, KRJOGJA.com - Proses pembangunan Bendung Kamijoro Baru yang lokasinya di sebelah utara bendung lama Desa Sriwidadi Pajangan Bantul, telah selesai. Pembangunan itu dikerjakan selama 800 hari dengan dana Rp 230 miliar dari APBN. Hasil pekerjaan itu pun berpotensi menjadi destinasi wisata baru.

Kendati dibangun oleh pemerintah pusat namun pemeliharaannya akan diserahkan ke Pemda DIY. Saat ini tahapannya tinggal menunggu serah terima hasil pekerjaan dari balai besar wilayah sungai kepada Pemda DIY.

Meski demikian, saat ini banyak pengunjung yang telah menikmati Bendung Kamijoro. Banyak pengunjung yang datang dari arah Kulonprogo maupun dari arah Bantul karena di atas bendungan dibangun jembatan untuk jalan kaki yang menghubungkan wilayah Bantul dan Kulonprogo. Setiap hari, terutama sore hari banyak pengunjung yang menikmati keindahan alam di atas aliran Sungai Progo tersebut.

Kondisi itu juga telah dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menjual makanan dan minuman serta mainan anak. Bahkan juga dimanfaatkan untuk membuka usaha jasa titipan sepeda motor maupun toilet sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga setempat. Selain menjadi tujuan wisata, Bendung Kamijoro Baru juga sudah dioperasikan untuk irigasi di wilayah Bantul dan Kulonprogo.

Menuju ke arah wilayah Kulonprogo tersuplai 300 liter per detik, sedangkan ke wilayah Bantul mendapat suplai 350 liter per detik. Aliran air dari Bendung Kamijoro selain untuk memenuhi kebutuhan irigasi juga untuk suplai kebutuhan olahan air minum dan kebutuhan di Bandara New Yogyakarta Inernational Airport.

Menurut Kasi Perencanaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Yitno ST dengan dioperasikan Bendung Kamijoro Baru petani di wilayah Kecamatan Srandakan, Sanden, Pandak dan Kretek kini mendapat kemudahan irigasi. Sehingga pada musim kemarau mendatang tidak lagi mengalami kesulitan air.

Pola tanam yang dulunya PadiPolowijo-Polowijo menjadi Padi-Padi-Polowijo. Di wilayah empat kecamatan atau 11 desa tersebut terdapat 2.370 hektare sawah pertanian yang pengairannya mengandalkan air dari Bendung Kamijoro. "Musim kemarau tahun depan petani di empat wilayah kecamatan sudah tidak lagi mengalami kesulitan air irigasi," kata Yitno. (Jdm)