DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 11:51 WIB

3.048 Warga Gunungkidul Belum Perekaman E-KTP

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Masih adanya 3.048 warga di Gunungkidul yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) menjadi persoalan bersama. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk aktif melakukan jemput bola. Sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman.

“Disdukcapil perlu melakukan jemput bola secara maksimal agar warga yang sebenarnya sudah bisa memiliki eKTP bisa dilayani dengan baik,” kata Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul Rosita SPdI.

Dikatakan, selain itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih aktif melakukan perekaman e-KTP. Langkah tersebut penting agar masyarakat yang belum memiliki e-KTPbisa segera diproses, sehingga bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang.

“Melalui Disdukcapil dengan jemput bola perekaman e-KTP serta KPU menggencarkan sosialisasi, diharapkan akan semakin sedikit jumlah warga yang belum memiliki e-KTP, sehingga mendukung kelancaraan Pemilu 2019,” imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Arisandy Purba mengatakan, masih ada 3.048 warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Angka tersebut diperoleh dari jumlah wajib eKTP sebanyak 599.789 dikurangi yang sudah melakukan perekaman 596.741.

“Untuk memaksimalkan perekaman Disdukcapil sudah memprogramkan masuk ke sekolah-sekolah. Sehingga siswa yang memasuki usia 17 tahun sebelum hari pencoblosan, bisa menggunakan hak pilihnya,” jelasnya. (Ded)