DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 13:46 WIB

Mengenal Lebih Dekat Glaukoma, 'Si Pencuri Penglihatan'

SLEMAN, KRJOGJA.com - Minggu kedua bulan Maret ini, dunia memperingati Glaukoma Week. Konsern masyarakat dunia pun mulai ditujukan pada salah satu penyakit mata yang kerap disebut sebagai 'Si Pencuri Penglihatan'.

dr Tatang Talka Gani Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma mengungkapkan Glaukoma merupakan penyakit mata yang memiliki sifat kronis progresif. Artinya penyakit ini akan merusak syaraf sedikit demi sedikit hingga pasien tak menyadari dan akhirnya terlambat tertangani.

“90 persen pasien tak merasakan sakit, sesuai sifatnya yakni kronis progresif merusak syaraf sedikit demi sedikit hingga pasien sering terlambat datang ke dokter. 10 persen baru merasakan rasa sakit. Tanda dan gejala biasanya seperti berkurangnya serabut syaraf optik penglihatan dan kemudian terjadinya perubahan lapang pandang,” ungkapnya saat berada di RSUP Dr Sardjito, Kamis (14/03/2019).

Glaukoma menurut dr Tatang berdasarkan data selama ini biasa terjadi pada orang dengan riwayat keluarga dengan penyakit tersebut. Glaukoma digolongkan menjadi dua yakni primer dan sekunder.

“Yang primer tak diketahui penyebabnya, namun kecenderungannya berhubungan dengan faktor keturunan (genetik). Penyakit turunan kalau bahasa mudahnya. Sementara Glaukoma sekunder bisa diketahui penyebabnya bisa karena lensa atau juga infeksi,” ungkapnya lagi.

dr Tatang juga mengungkap bawasanya Glaukoma tak bisa sembuh, karena itulah pencegahan menjadi hal yang terpenting dalam mengatasi penyakit tersebut. “Deteksi dini sangat penting, bagi orang yang tak punya keluhan penurunan penglihatan, seharusnya datang ke dokter mata 3 tahun sekali, setiap tahun bagi yang punya faktor resiko seperti riwayat keluarga, diabetes, hipertensi, pemakai steroid periksa ke dokter, minus tinggi dan trauma mata juga harus tiap tahun,” sambungnya lagi.

Sementara Prof Suhardjo, Divisi Oftamologi Komunitas yang juga spesialis mata menambahkan Glaukoma merupakan penyakit penyebab kebutaan kedua setelah Katarak. Namun begitu, banyak orang yang kurang peduli terhadap Glaukoma meski dengan resiko yang sebenarnya jauh lebih besar daripada Katarak.

“Glaukoma juga disebut sebagai stroke mata, pengobatannya harus seumur hidup sehingga penting dilakukan pencegahan. Kami ingin mengajak masyarakat khususnya di DIY untuk peduli terhadap Glaukoma. Pekan Glaukoma akan diadakan di Sardjito Fair Di Jalan Mangkubumi 17 Maret 2019 pagi. Akan ada cek mata gratis,” ungkapnya. (Fxh)