DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 11:32 WIB

Hujan Disertai Angin di Sleman Dipicu Awan Cumulonimbus

YOGYA, KRJOGJA.com - Hujan deras yang melanda kawasan Sleman pada Rabu (13/03/2019) sore kemarin ternyata dipicu karena adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah tersebut. Akibat adanya awan itu maka hujan yang terjadi cukup lebat dan disertai kilatan petir serta angin kencang.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menjelaskan Cumulonimbus merupakan jenis awan rendah yang pertumbuhannya vertikal ke atas hingga menjulang tinggi. Awan ini banyak terbentuk saat siang hingga sore hari dan berbentuk gumpalan hitam menyerupai bunga kol.

“Karena puncak awan ini sangat tinggi maka suhunya sudah mencapai minus. Akibatnya tak jarang hujan bisa disertai kristal es. Awan ini mempunyai kekuatan yang berlebih besar dibanding awan lain, yaitu di dalamnya ada pergerakan angin yang cukup kuat bahkan bisa berbentuk turbulensi atau golakan,” terang Djoko Budiyono kepada KRJOGJA.com, Kamis (14/03/2019).

Angin yang cukup kuat di dalam awan ini bisa turun ke bagian bawah atau ke bumi, terutama bila ada perbedaan tekanan udara yang signifikan di dalam awan dengan bagian luar atau di bawahnya. Yang terjadi kemudian ketika awan ini menghasilkan hujan maka bakal disertai angin kencang.

“Seperti yang terjadi kamarin siang, hujan lebat mengguyur sebagian wilayah DIY. Ini juga bisa menghasilkan petir serta hujan lebat mengingat kandungan air yang cukup banyak terkandung di dalam awan tersebut,” jelasnya.

Pada saat hujan deras kemarin, kecepatan angin mencapai diatas 20 knot atau 36 km/jam. Akibatnya beberapa pohon di kawasan Sleman sempat bertumbangan dan menerbangkan genteng-genteng rumah milik warga.

Untuk hari ini BMKG Yogyakarta memprediksi cuaca di wilayah DIY akan cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 22 - 32 derajat celcius. Kelembaban udara akan mencapai 64 - 96 persen dan umumnya angin berhembus dari arah barat daya dengan kecepatan 6 - 28 km/jam.

Tinggi gelomban air laut di pesisir selatan diperkirakan akn mencapat 2,5 - 3,5 meter. Oleh karena itu BMKG Yogyakarta tetap mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai selatan untuk tetap waspada terhadap situasi alam yang cepat berubah. (Ive)