DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 14 Maret 2019 / 08:54 WIB

Persiapan Operasional Minimum NYIA Capai 82 Persen

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pekerjaan pembangunan infrastruktur pendukung operasional minimum Bandara Internasional Yogyakarta Baru (New Yogyakarta International Airport/NYIA) ditargetkan sudah bisa diselesaikan pada awal April 2019 mendatang. Sedangkan untuk beroperasi penuh baik untuk penerbangan internasional maupun domestik ditargetkan pada akhir 2019.

Saat ini progress atau perkembangan pembangunan proyek untuk tahap persiapan operasional minimum sudah mencapai 82 persen, sedangkan untuk tahap persiapan operasional maksimum baru mencapai 32 persen. “Saat ini kami masih mengejar penyelesaian area minimum untuk penerbangan internasional, dan malam ini kami menargetkan area runway sudah tertutup aspal semua. Kemudian lapisan pertama. Untuk lapisan kedua, lima hari ke depan sudah selesai. Jadi, lapisan kedua ketebalannya sudah mencapai 7,35 centimeter,” ungkap Manajer.

Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura (AP) I Taochid Purnomo Hadi di lokasi pembangunan NYIA, Rabu (13/3). Menurut Taochid, secara keseluruhan untuk kesiapan minimum penerbangan internasional NYIA sudah mencapai 82 persen. Namun jika untuk beroperasi penuh baik untuk penerbangan internasional maupun domestik ditargetkan selesai akhir 2019 dan sekarang baru mencapai 32 persen.

Dengan selesainya aspal lapisan kedua pada runway, maka landasan pacu NYIA nanti sudah dapat didarati pesawat narrow body. Saat ini Bandara Adisutjipto Yogyakarta hanya mampu menampung pesawat sekelas 737 atau A330 dan pada April mendatang pesawat tersebut sudah bisa mendarat di NYIA.

Taochid menjelaskan, capaian penyelesaian proyek NYIA sebesar 82 persen meliputi area terminal seluas 12.920 meter persegi, struktur dan infrastrukturnya sudah hampir selesai, tinggal kesiapan di dalamnya seperti konter check in sedang disusun. Selain itu, sudah disediakan konter imigrasi.

Mengenai nama Bandara Internasional Yogyakarta Baru di Temon, Kulonprogo, Taochid menjelaskan, pihaknya memang mengusulkan nama NYIA dengan Three Letter Code (TLC) YIA (Yogyakarta International Airport). ”Khusus nama NYIA kami menunggu keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DIYSri Sultan HB X pada saat meninjau perkembangan pembangunan NYIA beberapa waktu lalu mengatakan nama NYIA dinilai lebih memudahkan kode singkatan penerbangan namun penyebutan bandaranya tetap Bandara Internasional Yogyakarta.

”Namanya ya NYIA saja, tidak pakai nama-nama pahlawan daripada menimbulkan pro dan kontra. Bandara ini kan untuk penerbangan internasional, jadi dengan nama NYIA lebih memudahkan singkatan dalam boardingpass (TLC) dan bandara lain tidak ada yang memakai nama NYIA,” ujar Sultan.

Menurut Sekda DIY Gatot Saptadi, Pemda DIY masih menunggu hasil verifikasi kelayakan dibukanya NYIA dari Tim Advance Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada pertengahan Maret 2019 ini. Bandara baru itu akan memakai nama resmi yang sudah disetujui Pemerintah Pusat yaitu Bandara Internasional Yogyakarta, sehingga tidak lagi disebut New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Bandara yang semula disebut NYIA, Gatot mengungkapkan, akan dinamakan Bandara Internasional Yogyakarta dengan kode bandara menggunakan Jogja International Airport (JIA). (Rul/Ira/Ria)