DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 14 Maret 2019 / 07:37 WIB

Safari Dakwah Hadirkan Ustadz Fadlan Garamatan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Masyarakat memadati Masjid Al-Muhajirin Prambanan Sleman dalam Safari Dakwah Ustaz Fadlan Garamatan pada Minggu (10/3) malam. Acara yang digelar pukul 20.00-22.00 WIB ini dihadiri oleh warga sekitar, Lurah Bokoharjo, Camat Prambanan, Kapolsek Prambanan, Danramil, dan masyarakat umum.
 
Sukses menggelar Tabligh Akbar pada Juli 2018 lalu dengan pembicara Ustadz Tengku Dzulkarnaen, tahun ini Masjid Al-Muhajirin Prambanan kembali hadirkan dai fenomenal yang tekenal dengan julukannya yakni ‘Ustaz Sabun’. Dai asal Nuu Waar (Papua) ini hadir dalam rangkaian dakwahnya di Yogyakarta untuk berbagi kisahnya dalam mengislamkan 3712 anggota suku di Irian (skarang Papua).
 
Dengan gayanya yang khas, Ustadz Fadlan menceritakan bagaimana sejarah Islam tersebar di nusantara hingga menjadi salah satu agama tertua dan pertama di Papua. Menurut dai yang telah melakukan perjalanan dakwah lebih dari 30 tahun ini, agama Islam pertama kali dibawa ke Papua oleh Sultan Iskandar Syah dari Samudra Pasai.
 
"Tanggal 17 Juli 1204 Masehi, Sultan Iskandar Syah dari Kerajaan Samudra Pasai melakukan dakwah ke Malaysia, Solok, Filipina, turun ke Tidore, dan dari Tidore dia sampai ke Irian," ujarnya sambil menunjuk Peta Irian yang dipancarkan dari layar LCD proyektor.
 
"Tanggal 5 Februari 1885 agama kristiani dibawa masuk Irian, tapi jauh sebelum itu agama islam sudah masuk terlebih dahulu,” tambah Ustad Fadlan.
 
Dalam satu kisah yang paling menarik, dai ini menceritakan bagaimana perjalanannya mengislamkan penduduk pedalaman dengan mandi menggunakan sabun dan memberikannya julukan ‘Ustaz Sabun’.
 
Namun, melihat keprihatinan masyarakat pedalaman Papua yang memiliki kebiasaan membersihkan diri menggunakan minyak atau lemak babi. Tradisi ini diajarkan dan dibawa oleh kaum misionaris di jamannya dan diajarkan secara turun temurun. Tidak hanya itu, ternyata warga Papua juga dilarang memakai baju dan mandi menggunakan air bersih.
 
Dalam perjalanan dakwahnya di Tanah Papua Ustadz Fadlan selalu mengajarkan masyarakat disana untuk menyucikan diri dengan sabun dan air bersih. Decak kagum penduduk pedalaman Papua dengan hadirnya 'sabun' dalam kegiatan dakwah Ustadz Fadlan, menjadikan mereka meyakini akan ajaran agama kebenaran yang dibawa oleh Sang Pendakwah. (*)