Hiburan Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Maret 2019 / 23:56 WIB

B.U.K.T.U Kembali Cetak Album

PERMINTAAN cetak ulang album pertama unit Post-Rock Yogya, B.U.K.T.U, yang bertajuk ‘Mengeja Gejala Menjaga Dendam’ oleh pendengar musik masih cukup tinggi. Hal ini membuat band yang diperkuat Yusak Nugroho (Drum), Adhie Bona (Bass), Teguh Joyosantiko (gitar), Zaen Pahlevi (gitar), Aryo (Gitar) dan Bodhi (Narator) memutuskan mencetak ulang album yang dirilis Desember 2017 lalu. Rencananya mereka akan menambahkan dua bonus track dalam cetakan kedua yang saat ini tengah dipersiapkan.

"Kami juga kaget setiap hari di DM Instagram atau email banyak yang minta agar album cetak ulang. Rata-rata dari luar kota permintaannya, dari Bali, Jakarta, Bandung, bahkan yang kami kaget ada yang dari Kotabaru di Kalimantan. Apresiasi musiknya luar biasa, jadi kami putuskan kembali mencetak album pertama dan menambahi dua track bonus di dalamnya," terang Adhi Bona.

Album pertama mereka sendiri sebenarnya sudah bisa dinikmati di sejumlah platform dengar digital. Namun selain adanya perbedaan kualitas suara, di mana lebih nyaman mendengarkan via fisik ketimbang digital, cetakan album pertama B.U.K.T.U cukup unik.

Mereka menggandeng Flyingpants Lab untuk mengilustrasi sampul dan mendesain album. Ada zine di-editori Ruang Gulma Collective yang diantarkan dengan baik oleh tulisan Enesto Setiawan. Hadir juga ilustrator yang menyumbangkan karyanya dalam album Buktu. Kemenarikan ini jadi salah satu faktor tingginya permintaan pendengar atas album fisik.

"Album dengan kemasan yang menarik dan konten yang bagus, apalagi dibuat terbatas, pasti akan menarik para pembeli. Buktinya, saat kaset dan CD menurun penjualannya, ternyata tingkat penjualan piringan hitam malah naik. Di Amerika Serikat, pada 2013 ada 6,1 juta keping piringan hitam yang terjual. Jumlah itu meningkat jadi 9,2 juta keping pada 2014. Naik sekitar 51,8 persen. Asumsi saya, selain mencari kualitas suara, orang cenderung mencari album fisik yang layak dijadikan koleksi," kata pengamat musik Nuran Wibisono.

Album perdana B.U.K.T.U sendiri mendapat respon positif dari banyak pendengar musik. Tidak hanya di kandang, di luar kota pun gigs mereka kerap dipadati penonton. Di Bali misalnya, B.U.K.T.U menjadi band yang banyak mendapat respon baik media sehingga dilabeli sebagai musisi yang cukup berbahaya setelah para penonton terlihat lepas kendali ketika mereka membawakan top hits seperti ‘Fatamorgana’, ‘Gejala’, ‘Bebal’, maupun ‘Aku’. (Des)