DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Maret 2019 / 18:28 WIB

Muhi Satukan Cak Nun dan Om Wawes dalam Satu Panggung

YOGYA, KRJOGJA.com - Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) bakal menggelar pergelaran seni bertajuk Indonesia Bersyukur ‘Pesan Perdamaian dari Muhi Jogja’ bertempat di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Minggu (17/03/2019) malam. Dalam acara tersebut, hal menarik akan tersaji di mana Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun akan berada satu panggung dengan anak-anak muda pelantun dangdut dari Om Wawes.

Mahyudin Al Mudra, Ketua PP Alumni Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam temu media di Resto Merapi Rabu (13/03/2019) mengatakan setelah melewati pembicaraan panjang akhirnya agenda pergelaran seni tersebut bisa diselenggarakan. Menurutnya akan ada banyak penampil yang seluruhnya merupakan alumni Muhi dalam agenda gratis Minggu malam tersebut.

“Emha Ainun Najib (Cak Nun), Busyro Muqqodash, Ebiet G Ade hingga Om Wawes dipastikan tampil. Mereka semua adalah alumni Muhi yang nantinya akan menyuarakan semangat Indonesia Bersyukur,” ungkapnya.

Mahyudin memastikan agenda acara yang bertujuan mengumpulkan para alumni Muhi dari berbagai angkatan ini bebas dari muatan politik pihak manapun. “Kami merasa harus bersyukur karena masih diberikan kesejukan di tengah panasnya suasana politik saat ini. Ada Ebiet tampil dengan lagu yang luar biasa. Cak Nun juga mengajak kita bersyukur atas apa yang Indonesia miliki selama ini. Kami pastikan bebas dari kepentingan politik kubu manapun,” sambungnya.

Sementara Dhyen Ganjar, vokalis Om Wawes yang merupakan lulusan Muhi tahun 2010 menyebut cukup antusias ikut serta sebagai pengisi acara di acara Indonesia Bersyukur. Dhyen juga merasa bersyukur bisa satu panggung dengan para pendahulu di Muhi termasuk Cak Nun dan Busyro Muqqodash.

“Saya punya visi mengubah stigma dangdut yang dipandang sebelah mata, harus seksi dan cewek. Kami ingin sampaikan dari Yogya ada yang berbeda tapi menjual. Acara ini tantangan tersendiri bagi Om Wawes karena banyak bapak-bapak dan ibu-ibu. Biasanya saya manggung banyak anak muda, ini akan menarik tentu saja,” terang Dhyen.

Diakui Dhyen, ketertarikan pada dunia dangdut pertama kali muncul kala ia bersekolah di Muhi. Nylenehnya aliran musik yang dipilih pemuda tersebut malah menjadi rejeki tersendiri hingga akhirnya Om Wawes berkembang dan dikenal banyak orang saat ini. (Fxh)