Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 13 Maret 2019 / 21:07 WIB

Revitalisasi Pasar Tradisional Dorong Ekonomi Rakyat

JAKARTA, KRJOGJA.com - Program revitalisasi pasar yang tengah digarap Kementerian Perdagangan dipandang tepat guna mampu meningkatkan ekonomi rakyat. Program yang satu ini dianggap mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama mereka.
 
Di sisi lain, revitalisasi pasar diyakini juga mampu menarik kembali masyarakat modern yang sempat enggan berbelanja di pasar tradisional yang terkesan kumuh.  “Revitalisasi pasar ini merupakan suatu program yang tepat, yang bagus dilakukan oleh pemerintah.  Kaitannya pertama, menarik kembali konsumen-konsumen supaya mau belanja ke pasar. Kemudian juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama,” katavpeneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, kepada wartawan di Jakarta, Selasa  (12/3).
 
Pentingnya revitalisasi pasar guna menarik kembali konsumen berbelanja tradisional ini dikarenakan adanya perubahan perilaku konsumen. Menurut Heri, saat ini masyarakat cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman. Karena itulah, perbaikan fasilitas pasar mutlak diperlukan jika tidak ingin pasar rakyat kian sepi pembeli. 
 
“Kalau pasarnya sudah langka terus sudah banyak yang rusak sana-sini, ini perlu ditingkatkan kembali dan diperluas kapasitasnya,” ujar lagi. 
 
Dengan makin ramainya pasar tradisional, kesempatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk makin berkembang kian luas. Ini mengingat badan pengelola pasar tradisional kera memiliki pola kemitraan dengan UMKM. 
 
“Keterlibatan pemerintah di sini penting, terutama bisa memicu perekonomian di wilayah yang dimotori UMKM,” kata Heri.  
 
Untuk itu ke depannya pemerintah perlu terus mengembangkan pasar berdasarkan pemetaan yang lebih presisi. Perlu dibuat pemetaan revitalisasi pasar berdasarkan permintaan suatu wilayah. (Lmg)