Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Maret 2019 / 14:11 WIB

Waskita Karya Bangun Laboratorium Matematika SMPN 19 Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com - PT Waskita Karya Tbk membangun laboratorium matematika di SMPN 19 Purworejo. Badan usaha milik negara (BUMN) itu mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 284 juta untuk konstruksi, yang merupakan laboratorium pertama di Kabupaten Purworejo itu.

Kepala SMPN 19 Purworejo Drs Wahyudi Waluyojati MMPd mengatakan, penyaluran bantuan itu merupakan tindak lanjut pertemuan guru matematika kreatif SMP 19 Eko Juli Sarwono dengan Waskita Karya. "Pak Eko sudah lama dikenal publik sebagai guru inovatif, mengajarkan matematika secara unik. Beliau tenar hingga ke Jakarta, beberapa kali diundang menjadi narasumber program <I>talkshow<P> televisi," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (13/03/2019).

BUMN tersebut mendengar kiprah Eko Juli Sarwono, lalu mengundangnya ke Jakarta, Januari 2019. Dalam pertemuan pihak perusahaan menanyakan aktivitas Eko dalam mengajarkan matematika dan mengetahui apabila untuk sementara laboratorium matematika dialifungsikan untuk kelas seni karena keterbatasan ruang.

Matematika tetap diajarkan secara kontekstual dengan contoh-contoh benda yang ada di lingkungan. "Mengetahui kondisi sekolah, PT Waskita Karya langsung menyatakan siap membantu, membangun laboratorium matematika. Kami hanya diminta menyiapkan lahannya," ucapnya.

Rencana tersebut disampaikan pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), kemudian mendapat izin. "Kami tidak mengalokasikan anggaran baik untuk pendampingan atau lain-lain, semua mulai perencanaan, pengaturan anggaran hingga tenaga kerja, murni dari perusahaan. Betul-betul tidak membebani sekolah," tegasnya.

Konstruksi dibangun sesuai standar ruang kelas dan setelah jadi sekolah berencana memanfatkan bangunan untuk moving class. Anak-anak belajar matematika di laboratorium baru itu.

Laboratorium matematika, lanjutnya, menjadi keunggulan sekolah yang terletak di Kecamatan Bener, dekat perbatasan Kabupaten Magelang itu. Keberadaan laboratorium dan metode pembelajaran matematika kontekstual yang dilakukan Eko juga menarik sekolah lain untuk datang bertukar pengalaman.

Sementara itu, perencana pembangunan Istanto menambahkan, ruangan dibangun berukuran 7 x 13 meter. Laboratorium itu memiliki ruang arsip, ruang belajar dan teras. "Kami rencanakan pembangunan selesai 90 hari," tandasnya. (Jas)