Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 13 Maret 2019 / 15:21 WIB

1.503 KST Dilibatkan Bantu Pengamanan Pemilu 2019

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sebanyak 1.503 Kader Siaga Trantib (KST) di Sukoharjo akan dilibatkan dalam pengamanan pada pelaksanaan Pemilu 2019. Mereka akan disebar disemua wilayah sebagai jaminan keamanan masyarakat saat menggunakan hak pilih.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (13/3) mengatakan, semua KST sekarang sudah dalam posisi siap di masing masing desa atau wilayah tugas. Mereka telah melaksanakan tugas membantu aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Di masing masing desa sudah memiliki sebanyak sembilan KST yang siap dalam menjalankan tugas. Sedangkan secara keseluruhan di Sukoharjo ada 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. Artinya dalam satu kabupaten ada 1.503 orang KST. 

Para KST sejak jauh hari sudah mendapatkan pembekalan dari Satpol PP Sukoharjo baik berupa materi teori dan praktek. Hal itu untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas membantu pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Pemilu 2019.

"Di Satpol PP Sukoharjo mengerahkan ribuan petugas gabungan seperti anggota Satpol PP, Linmas dan KST dalam membantu aparat menjaga keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan Pemilu 2019," ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya para KST akan ditempatkan di luar ring pertama atau di luar tempat pemungutan suara (TPS). KST hanya akan ditempatkan pada posisi membantu aparat saja semisal di luar kantor desa dan kelurahan atau di titik wilayah rawan. 

Kehadiran para KST diharapkan mampu meminimalisir terjadinya gesekan masalah di lapangan. Apabila ada temuan yang bisa memicu terjadinya bentrokan massa maka KST wajib membantu pencegahan dan melaporkannya ke aparat keamanan.

"KST juga bertugas melakukan deteksi masalah di wilayah tugasnya. Begitu ada temuan maka segera laporan dan akan ditindaklanjuti aparat keamanan," lanjutnya.

Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 para KST mendapat pembinaan secara bertahap di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo. Mereka digembleng lagi sebagai persiapan terakhir sebelum menjalankan tugas pada pesta demokrasi rakyat.

"Keberadaan KST di Sukoharjo sangat penting dan membantu dalam menjalankan fungsi kemasyarakatan. Selain itu juga ditingkat Provinsi Jawa Tengah, KST Sukoharjo sering menjadi juara dalam lomba," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah sejak lama membantuk KST sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Hal itu penting mengingat para anggota KST berasal dari warga masyarakat di desa setempat. Dengan demikian maka mereka memiliki fungsi ganda baik sebagai anggota KST maupun warga masyarakat dan menjadi kunci dalam membantu menyelesaikan setiap masalah yang muncul.

Keberadaan KST selama ini di Sukoharjo sangat penting khususnya di masyarakat. Sebab mereka menjadi orang pertama yang akan melakukan deteksi dini dan lapor cepat apabila ada temuan masalah. Dengan demikian maka setiap persoalan akan segera terselesaikan.

KST juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga iklim kondusif dan ketentraman bersama. Hal itu sangat penting demi menghindari terjadinya gesekan yang bisa memicu munculnya masalah.

"Di depan mata sudah ada agenda besar dan sangat penting yakni Pemilu 2019 maka dari itu KST memiliki peran sangat penting dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat," ujarnya.

Usaha menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sudah sesuai dengan Undang Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Pemkab Sukoharjo dalam menjalankan amanat Undang Undang tersebut sengaja membantuk KST dan merangkul masyarakat agar keamanan dan ketertiban bisa tetap terjaga. (Mam)