DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 13 Maret 2019 / 14:24 WIB

Polres Bantul Tutup Akses Perbatasan, Ada Apa?

BANTUL, KRJOGJA.com - Jajaran Polres Bantul menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) supaya massa tidak datang ke Surakarta Jawa Tengah. Simulasi tersebut diasumsikan terjadi peristiwa kerusuhan di Surakarta Jawa Tengah terkait penyelanggarakan Pemilu 2019. Dalam simulasi itu, Polres Bantul ratusan personel untuk mencoba menghalau massa Bantul agar tidak datang ke lokasi konflik.  

“Dalam simulasi Sispamkota ini merupakan wujud kesiapsiagaan Polres Bantul melakukan pengamanan berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas ketika pelaksanaan pesta Demokrasi Pemilu 2019,” ujar Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH didampingi Kabag Ops Kompol Donny Zuliyanto Nugroho ST SH disela memimpin simulasi Sispamkota di Imogiri, Rabu (13/3).

Dalam kegiatan itu, sejumlah simulasi dilakukan mulai dari Panggilan Luar Biasa (PLB), apel kesiapan, pergeseran pasukan, hingga razia penindakan diperagakan. “Inti ceritanya itu sudah terjadi kerusuhan di Surakarta, pemicunya ada sekelompok massa tidak puas dengan penyelenggaraan Pemilu 2019,” ujar Sahat.

Dalam simulasi itu, pasukan dari Polres Bantul beserta polsek jajaran, diterjunkan dalam upaya melakukan penyekatan massa di sejumlah titik lokasi. Tujuannya massa dari Gunungkidul, Kulonprogo dan dari Jawa Tengah menuju Surakarta dapat dicegah. “Beberapa titik lokasi itu yakni bundaran Srandakan, simpang tiga Klangon Sedayu, simpang tiga Siluk Imogiri, simpang tiga Piyungan dan serta simpang empat Ketandan Banguntapan Bantul,” kata Sahat. Dipilihnya lokasi itu, karena jadi akses jalan menuju ke Surakarta Jawa Tengah.

Sedang massa dengan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor diperiksa anggota. Sasaran pemeriksaan barang-barang berbahaya seperti bahan peledak, senpi, sajam maupun miras. Setelah digeledah, ada instruksi agar massa kembali ke rumah masing-masing.  Sementara ditemukan membawa barang berbahaya langsung dilakukan penindakan petugas. “Simulasi ini diharapkan, Polres Bantul bisa cepat menyiapkan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai bentuk situasi di lapangan terkait pengamanan Pemilu,” kata Sahat.

Sahat berharap, peristiwa yang disimulasikan, tidak terjadi dalam pelaksanaan pemilu. Dalam  melakukan pengamanan pemilu, Polres Bantul lebih mengedepankan sikap preventif. Sehingga pihaknya mengajak semua calon dan relawan bisa menjaga situasi di Kabupaten Bantul tetap kondusif. (Roy)