DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 13 Maret 2019 / 10:46 WIB

Catat! 20 Maret, Diskusi Pemanggungan Sastra dan ‘Dramatic Reading’ Teater Muara

Diskusi Pemanggungan Sastra dan ‘Dramatic Reading’ naskah lakon bakal digelar di Selasar Pojok Beteng Wetan, kampung Siliran, Yogyakarta, Rabu (20/3) mendatang pukul 19.30. Acara ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Teater Muara dan Komunitas Rondjeng.

Bertindak sebagai nara sumber adalah Drs Hamdy Salad, penyair dan dramawan yang aktif mengamati dan menulis persoalan pemanggungan sastra. Adapun moderatornya adalah Khocil Birawa, jurnalis dan teaterawan. Acara ini digagas oleh esais dan pengamat budaya Indra Tranggono yang sekaligus menjadi supervisor.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Ir Eko Suryo Maharsono, acara ini merupakan bagian dari Festival Godhong Opo-opo, yang memberi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya di Yogyakarta. “Tujuannya adalah mengembangkan dan memajukan seni budaya baik tradisional maupun modern,”ujar Eko Suryo seperti dalam rilisnya.

Dikatakan Eko Suryo, Yogyakarta memiliki banyak grup kesenian, sanggar atau komunitas budaya yang potensial. Merespons hal itu, pihaknya memberi ruang ekspresi, sehingga muncul berbagai ide dan karya seni budaya yang berkualitas.

Menurut pimpinan produksi Khocil Birawa, acara ini bertujuan mengembangkan gagasan seni pemanggungan sastra yang memperkaya wawasan para pelaku sastra dan teater.

Adapun Heru Prasetyo pimpinan Komunitas Rondjeng mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan ini karena semakin menghidupkan Selasar Pojok Wetan, Sliliran sebagai haritage sekaligus  ruang budaya bagi publik. Selesai diskusi, akan digelar pertunjukan ‘dramatic reading’ bertajuk “Gogrog” karya Indra Tranggono, dengan sutradara Luwi Darto dan penata musik Sulis serta dimainkan Teater Muara. Pergelaran ini merupakan ‘pemanasan’ bagi bagi Teater Muara sebelum mementaskan naskah tersebut dalam bentuk pergelaran drama, di Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan, Bantul Yogyakarta pada 28 April mendatang.

Para teaterawan yang mendukung ‘dramatic reading’ naskah “Gogrok” adalah Chandra Nilasari, Elyandra Widharta, Gita Gilang, Yan Jangkrik, Titik Suharto, Ade Cluring, Teteh Dayatami, Rully Ismada, Luwi Darto dan Khocil Birawa. Penata cahaya Lintang Radittya. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. (*)