Kisah Inspiratif Editor : Agung Purwandono Rabu, 13 Maret 2019 / 09:10 WIB

Keluarganya Jadi Hinaan, Dalu Buktikan dengan Kesuksesan

DITEMPA kerasnya hidup dan hinaan orang terhadap keluarganya, Dalu Purwoko (22) membuktikan dengan kesuksesan. Ia menunjukan bahwa cercaan tidak akan mematahkan semangatnya untuk sukses.

Anak muda lulusan SMK ini, sekarang menjadi pengusaha home decoration sekaligus dipercaya oleh atasannya untuk mengelola bisnis kerajinan.

“Keluarga saya selalu jadi ajang hinaan oleh orang-orang kampung. Tapi nenek saya selalu menasehati saya untuk sabar dan tetap rendah hati,” kata Dalu Purwoko yang ayahnya meninggal ketika ia masih berusia 5 tahun.

Dalu menyatakan, ia tidak punya perasaan dendam kepada orang-orang yang menghina keluarganya. “Prinsip saya, saya ingin menjawab hinaan itu dengan prestasi. Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya bisa mewujudkannya,” ujar Dalu kepada KRJogja.com.

Titik balik hidupnya diawali tahun ketika ia mulai bergabung dengan perusahaan kerajinan aksesoris, Ani-Ani Jewellery di wilayah Pandowoharjo Sleman. Pada waktu itu usianya masih 19 tahun. Tanpa pengalaman sama sekali di bidang industri kerajinan, Dalu memulai karirnya sebagai asistent pribadi sang pemilik usaha.

Dari pengalaman mengikuti berbagai macam kegiatan bisnis Ani-Ani itulah jiwa wirausaha Dalu sedikit demi sedikit mulai terasah. Apalagi pemilik Ani-Ani Jewellery memberi keleluasaan pada Dalu untuk  berkreasi.

Sedikit demi sedikit Dalu dilepas untuk mengikuti pameran di beberapa kota. Sifatnya yang pemberani dan tidak canggung dalam bergaul membuahkan hasil yang positif dalam perjalanan karirnya. Dia mulai memiliki banyak rekan bisnis, memiliki kemampuan untuk mengamati selera pasar, dan juga mulai mengenal produk-produk kerajinan lain selain akseris.

Mulai tahun 2016 Dalu  dipercaya mengelola Ani-Ani Jewellery secara total. Dia diangkat menjadi manager dan memilik kewenangan lebih luas untuk mengelola dan mengembangkan bisnis ini.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Dalu untuk mencari terobosan baru di bidang desain dan cara pemasaran yang lebih menyesuaikan perkembangan zaman.

Dengan fasilitas yang dia dapatkan dari bosnya, Dalu mulai menggunakan pemasaran online seperti facebook, instagram dan lain-lain. Cara ini ditempuhnya untuk menyasar pasar yang lebih luas.

Namun, obsesi Dalu untuk memiliki usaha sendiri ternyata tidak surut. Di sela-sela kesibukannya mengelola bisnis aksesoris, ia meluangkan waktunya untuk merancang bisnisnya sendiri. Dia memilih produk home decoration sebagai produk andalannya.

Pilihan tersebut karena ia melihat di pasaran, sebagian besar justru lebih banyak produk impor dari China. Saya ingin ada juga produk-produk yang dibuat oleh anak bangsa.

Akhirnya impiannya untuk memiliki usaha sendiri terkabul. Dia membuat brand sendiri dari produk barunya dengan nama Aufa Home Decoration.

“Saya bersyukur di usia saya sekarang (22 tahun), saya berhasil mewujudkan impian saya dan juga impian ibu saya. Di balik sukses yang saya raih, ada seorang Ibu yang selalu berdoa untuk saya, membantu saya, mendorong saya dan selalu menyemangati saya,” katanya dengan wajah terharu. (Hasto Sutadi)