DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Maret 2019 / 01:44 WIB

Cuaca Ekstrim Berpotensi Terjadi di Yogya Bagian Utara

YOGYA, KRJOGJA.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat terutama kawasan Yogya bagian utara untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi hingga tujuh hari mendatang. Akibat masa pancaroba dengan karakteristik hujan tak merata, rentan terjadi hujan lebat yang berpotensi bencana seperti longsor. Selain itu, juga berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG DIY, Sigit Hadi Prakosa,SP,MSi menuturkan dengan perkiraan cuaca hujan sedang dan lebat, pihaknya tengah berkonsentrasi mengintensifkan pemantauan pada DIY bagian utara yakni kawasan Kulonprogo yakni Kalibawang dan Samigaluh serta Sleman yakni Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan.

”Selama bulan Maret cuaca akan cenderung tidak stabil. Karakteristik masa pancaroba yakni hujan tidak merata dan pola yang tidak teratur. Jadi kadang hari ini hujan lebat, besok bisa hanya berawan, tak berapa lama cuaca kembali cerah panas terik,” jelas Sigit.

Adapun kewaspadaan cuaca ekstrem tetap harus ditingkatkan terutama karena potensi hujan lebat biasanya diikuti oleh angin kencang dan petir. ”Kewaspadaan masyarakat juga dilakukan dengan memastikan saluran air tidak ada yang tersumbat, membiasakan membuang sampah ditempatnya jangan sesekali membuang sampah di sungai, rajin membersihkan goronggorong dan sebagainya,” kata Sigit.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, Sigit mengimbau supaya waspada dengan potensi tanah longsor saat hujan deras terutama kawasan Bantul bagian tenggara yakni Dlingo serta sebagian kawasan Gunungkidul.

”Antisipasi bencana disebabkan angin kencang, warga harus rajin memangkas pohon perindang agar tidak patah dan ambruk sewaktu-waktu. Hal ini karena biasanya hujan lebat diikuti angin kencang biasanya satu paket dengan petir,” tegasnya.

Ditanya mengenai potensi gelombang tinggi kawasan pantai selatan, Sigit mengaku berdasarkan prediksi BMKG kondisi gelombang pantai relatif landai dan aman. ”Gelombang tinggi biasanya rentan terjadi saat musim kemarau. Gelombang pantai selatan saat ini masih normal dibawah 2 meter,” urainya. (Aje)