DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 13 Maret 2019 / 05:18 WIB

Wonosari Sedang Panen Srikaya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Buah srikaya yang banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Tepus, tidak hanya sebagai solusi ekonomi di musim paceklik, tetapi sekarang sudah mulai banyak digemari wisatawan. Di Tepus harga tiap kilo gram campur Rp 15.000,  tetapi di Wonosari sudah dijual paling murah Rp 20.000 dan yang kualitas paling bagus Rp 25.000 isi 6 buah.

“Beberapa waktu terakhir harganya cenderung naik,” kata Sanem, pedagang yang mangkal dekat Pasar Bambu Wonosari.

Camat Tepus R Asis Budiarto SSos mengatakan wilayahnya sentra buah srikaya. Tanaman srikaya tumbuh secara alami, di Tepus belum dikembangkan budidaya srikaya, tetapi ada dua desa Tepus dan Purwadadi yang banyak memiliki tanaman srikaya.

Setiap pasaran Pon ada dua truk yang mengangkut buah srikaya ke Kota Wonosari dan Yogyakarta. Selain dijajakan di sepanjang jalan Baron-KrakalKukup. Buah ini tidak hanya enak dan khas rasanya, tetapi juga menjadi solusi ekonomi bagi petani, karena musim panennya bertepatan pada musim paceklik, dalam hal ini musim tanam kedua atau marengan.

Sambil menunggu panen petani dapat panen srikaya untuk menopang kebutuhan hidupnya. Buah ini tidak banyak dijumpai di kabupaten/kota lain, baik di Yogya maupun Jateng.ì Mungkin Ini buah khas Gunungkidul,” tambahnya. (Ewi)