Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 12 Maret 2019 / 16:50 WIB

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Optimalkan UMKM Indonesia

SEMARANG.KRJOGJA.com - Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Perhubungan salah satu tujuannya yaitu untuk mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar lebih optimal.  

Melalui pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan dan bandara akan semakin memperlancar alur logistik. Ditambah dengan penerapan teknologi informasi di pelabuhan, seperti inaportnet, dapat menurunkan waktu tunggu barang di pelabuhan atau dwelling time. 

"Dengan begitu, arus barang lebih efisien dan efektif dan kegiatan ekspor produk UMKM menjadi lebih mudah," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara Seminar dan Dialog Nasional Kesiapan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Era Revolusi Industri 4.0 di Semarang, Selasa (12/03/2019). 

Menhub mengungkapkan, Pemerintah akan terus berinovasi dalam teknologi dengan mengaplikasikan dan mendukung start up berbasis digital. Harapannya, kebijakan itu dapat memotivasi dan membantu UMKM untuk go digital. 

Kepada kalangan pengusaha Menhub juga berpesan, agar secara jeli bisa memanfaatkan pembangunan infrastruktur serta kebijakan yang disiapkan Pemerintah. Pembangunan infrastruktur ibarat lapangan bola yang telah disiapkan seluas-luasnya bagi pengusaha untuk "bermain". Tugas pemerintah adalah membuka playing field ini bagi dunia bisnis mulai dari Aceh sampai Papua," tambahnya.

Menhub juga berharap, kedepannya pemerintah, pengusaha UMKM, akademisi, media, dan semua elemen masyarakat dapat bersinergi saling bahu membahu dalam mendorong terciptanya revolusi industry 4.0 di Indonesia. 

"Jangan jadikan bonus demografi sebagai ancaman, namun kita jadikan hal tersebut kekuatan. Bayangkan apabila seluruh milenial Indonesia paham akan teknologi dan digitalisasi, Indonesia pasti akan menjadi negara besar dan impian Indonesai Emas 2045 akan tercapai," jelas Menhub.

Menhub menambahkan, sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kewajiban untuk menaungi dan memberikan aksesibiltas pada pengembangan sumber daya masyarakat, Kementerian Perhubungan melakukan beberapa langkah perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dimulai dengan merubah paradigma berpikir hingga perubahan terhadap kebijakan transportasi yang semuanya mengarah pada satu tujuan yaitu menyatukan Indonesia. 

Beberapa perubahan yang telah dilakukan antara lain pembangunan Jawa sentris ke Indonesia sentris, pembangunan wilayah Indonesia Barat pindah ke Tengah dan Timur. Selain itu, pembangunan berbasis pusat pertumbuhan 3T (Terpinggir, Terluar, Tertinggal), pembangunan mengoptimalkan sektor kelautan, pembangunan berbasis eksklusivisme menjadi inklusivisme, perubahan dari subsidi ke infrastruktur, dan perubahan pembiayaan dari APBN menjadi non APBN (KPBU, PINA). 

Menurut Menhub, perubahan sektor transportasi yang dilakukan dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi perekonomian di Indonesia. Antara lain melalui komoditi pasar, ekspansi produk, pasar tenaga kerja, dan aktivitas baru dalam pertumbuhan ekonomi baik makro maupun mikro. (Imd).