Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 12 Maret 2019 / 14:50 WIB

Profesor Muda Undip Motivasi Siswa SMP 2 Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Ilmuwan muda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Andri Cahyo Kumolo ST MT memotivasi ratusan siswa SMP Negeri 2 Purworejo, Selasa (12/3/2019). Ahli herbal dan bahan pangan itu bahkan menyatakan siap memfasilitasi apabila ada siswa atau guru yang hendak melakukan penelitian. 

Profesor Andri mengisi program Kelas Inspirasi di sekolah tersebut dengan sasaran siswa kelas VII dan VIII. "Kelas Inspirasi kerjasama Paguyuban Parenting Kelas VII dan Kelas VIII dengan sekolah. Kami datangkan Prof Andri yang juga alumni SMP 2 Purworejo tahun 1988," ungkap Ketua Paguyuban Parenting Kelas VII, Nurmansyah Alami, kepada KRJOGJA.com. 

Menurutnya, usaha mencerdaskan anak di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua, lanjutnya, juga memiliki tanggung jawab yang sama dan dapat diterapkan langsung dengan sasaran siswa. Bentuk nyata usaha itu, katanya, adalah menghadirkan alumni yang sukses. 

Kepala SMP 2 Purworejo Yosiyanti Wahyuningtyas MPd mengemukakan, Kelas Inspirasi tidak mengganggu kegiatan belajar karena diselenggarakan pada waktu jeda tengah semester. "Kegiatan ini menjadi pelengkap usaha kami memintarkan anak secara. Mereka diingatkan bahwa sukses bukan diraih secara instan, apa yang diupayakan sekarang tidak akan sia-sia, pasti akan berguna di masa yang akan datang," tegasnya. 

Ditambahkan, materi yang disampaikan Profesor Andri juga sejalan dengan program sekolah yang memiliki ekstrakurikuler penulisan karya ilmiah. "Kami melihat anak memiliki motivasi untuk menulis dan meneliti, bahkan ada siswa yang pernah juara. Kami berharap ada tindak lanjut dengan Prof Andri atau Undip terkait pembinaan peneliti muda SMP 2 Purworejo," terangnya. 

Prof Andri Cahyo Kumolo mengemukakan, siswa harus terus mendapat mendapat motivasi sehingga terpacu untuk menggali potensi dirinya. Setiap anak, lanjutnya, bisa menjadi peneliti terlebih didukung kondisi lingkungan dan teknologi saat ini yang sudah maju. "Respons siswa bagus, mereka punya rasa penasaran yang tinggi. Tinggal bagaimana sekolah mengarahkan, termasuk melibatkan dan meminta dukungan pihak lain, termasuk kami pada akademisi," tuturnya. 

Dikatakan, beberapa sekolah bekerjasama dengan memanfaatkan program pengabdian masyarakat yang dimiliki kampus. Mereka meminjam peralatan laboratorium yang tidak dimiliki sekolah dan konsultasi dengan akademisi. "Beberapa sekolah setara SMA kerjasama dengan Undip, kalau SMP memang belum, kalau ada sungguh luar biasa," tandasnya.(Jas)