Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 11 Maret 2019 / 19:20 WIB

Berhasil Dilacak, Pelaku Percobaan Perampokan Taksi Solo Baru Tertangkap

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Dua orang pelaku percobaan perampokan Taksi Kosti Solo berhasil ditangkap petugas Polres Sukoharjo. Penangkapan bermula karena pelaku menghidupkan handphone miliknya dan berhasil dilacak petugas setelah sebelumnya sempat melarikan diri.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Senin (11/3/2019) mengatakan, kedua pelaku percobaan perampokan taksi yakni, LDP (30) warga Serengan, Kota Solo dan ZLN (25) warga Kabupaten Sleman, D I Yogyakarta. Aksi pelaku dilakukan pada Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 21.40 WIB dengan korban sopir Taksi Kosti Solo, Sumarno warga Dukuh Siring, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto.

Kronologis percobaan perampokan terjadi saat korban mendapat penumpang disebelah selatan Rumah Sakit dr Oen Solo Baru, Grogol dengan tujuan belakang Hotel Fave Solo Baru, Grogol. Penumpang memesan taksi menggunakan aplikasi pemesanan online dengan akun Sinta Pradipta. 

Taksi yang dipesan akhirnya datang dan kedua pelaku naik dengan posisi LDP duduk di kursi belakang sopir. Sedangkan ZLN duduk di depan sebelah sopir. Sesampainya di pusat bisnis 1 sektor 3 blok JC Jalan Paris Desa Madegondo, Kecamatan Grogol pelaku meminta kepada korban atau sopir untuk berhenti. Selang tidak lama pelaku LDP langsung mencekik leher korban dengan menggunakan tali rafia dari arah belakang.

Disaat bersamaan pelaku ZLN mencoba membungkam mulut korban dengan telapak tangan kanan. Namun korban tetap berontak pelaku LDP menyuruh ZLN mengeluarkan cutter dari jaket untuk melukai Sumarno pada bagian kepala, kaki dan badan.

Mendapat perlakuan tersebut tidak membuat korban menyerah dan terus memberikan perlawanan. Kedua pelaku kemudian memilih keluar dari mobil taksi dan pergi meninggalkan korban untuk melarikan diri ke semak-semak yang tidak jauh dari tempat kejadian.

Korban yang ditinggal seorang diri kemudian mendapat pertolongan dari warga disekitar lokasi kejadian. Polisi yang mendapat laporan percobaan perampokan kemudian langsung melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap pelaku.

Kedua pelaku usai kejadian percobaan perampokan taksi sempat melarikan diri meninggalkan jejak. Namun upaya tersebut gagal setelah pelaku menghidupkan handphone miliknya dan berhasil dilacak petugas. Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku pertama ZLN di wilayah Sleman, Yogyakarta pada Rabu (27/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan pelaku LDP ditangkap di wilayah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura pada Kamis (28/2/2019).

Kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan langsung di bawa ke Mapolres Sukoharjo untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya diketahui pelaku melakukan perbuatan percobaan perampokan sudah direncanakan dengan mengacak korbannya. 

"Pelaku merasa sakit hati terhadap sopir taksi karena pernah menjadi korban tabrak lari," ujarnya.

Polisi tidak hanya menangkap kedua pelaku namun juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu unit mobil taksi korban, satu unit sepeda motor pelaku, satu unit handphone milik pelaku, satu buah jaket pelaku dan lainnya. Kedua pelaku dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-2e, KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (Mam)