Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 10 Maret 2019 / 18:15 WIB

Berita Hoax Kian Meresahkan

PURWOREJO, KRJOGJA.com -  Berita hoax yang sering disebar melalui media sosial (Medsos) dirasa kian meresahkan. Bahkan tak jarang akibat berita hoax terjadi tawur antarkelompok warga.

“Ini sudah sering terjadi, hanya karena berita hoax terjadi pertikaian antar anggota dan bahkan kelompok masyarakat,” kata Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, Sabtu (9/3).

Dalam kegiatan cricital voic point (PVC)/dengar aspirasi publik di pendapa rumah dinas bupati Purworejo, Septiaji Eko Nugroho menandaskan, bahwa upaya pemerintah dan masyarakat untuk membangun ketahanan informasi dinilai sangat penting. Ini sekaligus untuk memerangi berita bohong alias hoax, yang terasa kian merajalela di dunia informasi, terutama melalui perangkat digital.

“Dampak berita hoax ini juga berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat, bahkan lebih berbahaya lagi karena hoax mampu menggiring masyarakat untuk melakukan penyerangan secara fisik terhadap kelompok lain,” tandasnya.

Berita hoax kata Septiaji Eko Nugroho, tidak hanya mewabah di Indonesia, namun juga negara-negara maju sekalipun. Bahkan berita ini bisa mempengaruhi  pikiran orang untuk kemudian berbuat sesuatu. “Inggris yang keluar dari Uni Eropa juga banyak dipengaruhi berita ini, dan kenyataan ekonomi negara itu kian sulit,” katanya.

Menurut Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM, berita hoax memang sudah merasuk ke berbagai lini. Terlebih pada tahun-tahun politik seperti sekarang ini.(Nar)