Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 10 Maret 2019 / 11:38 WIB

Usia di Bawah 35 Tahun, Doktor bakal jadi Dosen CPNS

JAKARTA, KRJOGJA.com -Pemerintah berencana masukkan para doktor di bawah usia 35 menjadi dosen CPNS Melalui Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU),lulus langsung CPNS ,kalau mau jadi dosen di usulkan maksimal usia 27 tahun.

Demikian Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Prof. John Hendri di Jakarta,Sabtu (9/3 2019). Menurutnya guna memenuhi kebutuhan kekurangan dosen,dengan P3K.
 Regulasi mengenai dosen CPNS tengah  disiapkan dengan  MenPANRB.

"Aturan sedang diatur PP dan permen,
Polanya kayak formasi dosen PNS,bekerjasama dengan 13 kampus  PTN seperti UGM,  IPB ,UI ITB,Unair,Unsyiah,ITS,Unand dan ,Undip,."

"Dosen wajib memiliki pendidikan S3. Makanya kami membuka beasiswa S3 untuk dosen di PT dalam negeri sebanyak 1000 dan 100 untuk PT luar negeri," ujarnya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini dosen dengan pendidikan S3 baru sebanyak 48 ribu. Sementara jumlah dosen yang terdaftar sebanyak 250 ribu dosen. "Jadi baru 20 persen yang memiliki pendidikan S3. Kita ingin dosen semua S3, seperti di luar negeri," katanya.

Dengan dosen memiliki pendidikan S3, menurutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan nasional di Indonesia. Karena, secara kualitas akademik dosen sudah teruji. "Dengan S3, saya yakin cara mengajar dosen akan jauh berbeda dengan mereka yang hanya lulusan S2 atau S1," tegasnya.

Dengan adanya pameran mengatakan, ajang ini harus dimanfaatkan bagi para pengunjung untuk mendapatkan informasi studi lanjut, terutama bagi dosen yang akan melanjutkan studi jenjang Doktor.


Lebih lanjut, Prof. John Hendri menjelaskan mengenai komitmen Kemenristekdikti untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan berdaya saing tinggi. Melalui berbagai skema beasiswa, tahun ini setidaknya Kemenristekdikti mengalokasikan kuota lebih dari 1.000 beasiswa bagi para dosen melalui skema Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dan 100 kuota Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN). Sedangkan bagi calon dosen dan para fresh graduate, tersedia 150 kuota beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Prof. John Hendri juga mengucapkan apresiasinya kepada salah satu ilmuwan diaspora Indonesia, Bagus Muljadi yang kini berkarir di University of Nottingham, Inggris. Menurutnya, para ilmuwan diaspora memiliki peran penting untuk membangun Indonesia di mana pun mereka berada.(ati)