DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 09 Maret 2019 / 09:38 WIB

Tambak Udang Selatan NYIA Bakal Digusur

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Rencana penggusuran tambak udang seiring akan dibangunnya sabuk hijau di selatan New Yogyakarta International Airport (NYIA), akan menghilangkan potensi budidaya udang sebanyak 531 ton pertahun.

Kabid Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Leo Handodo menjelaskan, jumlah tambak udang di selatan proyek NYIA mulai dari Pantai Glagah sampai Pantai Congot Kecamatan Temon sebanyak 118 unit dengan jumlah produksi satu siklus kurang lebih 177 ton.

”Dalam satu tahun ada tiga siklus panen. Produksi total tambak udang di selatan NYIA sebanyak 531 ton. Kalau rata-rata harga jual udang Rp 60.000 perkilogram, maka potensi perputaran uang dengan adanya tambak udang sebesar Rp 31,860 miliar pertahun,” tutur Leo.

Diungkapkan produksi udang vaname dari Pantai Trisik Kecamatan Galur sampai Pasir Kadilangu Kecamatan Temon rata-rata 2.396,580 ton pertahun. Pihaknya menyadari, potensi budidaya tambak udang di wilayah pantai selatan sangat tinggi dan mampu menggerakkan ekonomi warga.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya rencana penutupan tambak udang di selatan proyek NYIA kepada pemerintah karena akan dimanfaatkan sebagai tanaman sabuk hijau. ”Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah dan akan mengupayakan agar ada lahan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan peruntukan tambak udang,” tuturnya.

Sebelumnya Bupati dr Hasto Wardoyo menegaskan, pihaknya harus segera memberi kepastian kapan penggusuran tersebut dilaksanakan. Karena kalau tidak, petambak berpotensi untuk kembali melakukan aktivitasnya di selatan proyek NYIA. Terkait hal tesebut maka pemkab sedang membangun komunikasi dengan manajemen PT Angkasa Pura (AP) I. (Rul)