Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 08 Maret 2019 / 18:32 WIB

Pengurangan Sampah di Temanggung Capai 20 Persen

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung mentarget satu kecamatan terdapat satu desa bebas sampah plastik dan satu tempat pengelolaan sampah terpadu (TP3R) sebagai langkah untuk menjaga kelestarian alam, meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Much Amin Agus Prasojo mengatakan pengurangan, pengelolaan dan pengendalian sampah terutama plastik harus dimulai skala rumah tangga. Sampah organik, non organik seperti plastik dan sampah residu harus dipisahkan sedari awal. Maksudnya, sampah yang dapat dikelola untuk dikelola semisal di bank sampah dan TP3R. 

"Jadi nanti hanya sampah residu yang dibuang ke TPA," kata Agus Prasojo, ditemui usai peringatan hari peduli sampah, Jumat (8/3).

Dikatakan masyarakat telah mampu mengurangi sampah hingga 20 persen. Pengurangan ini melalui pengelolaan sampah oleh Bank sampah dan TP3R. Dampaknya sangat besar, seperti memperpanjang umur TPA Sanggarahan, peningkatan pendapatan warga yang bergerak di bank sampah dan peningkatan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Dikatakan Temanggung telah mempunyai 9 unit TP3R. Empat terbaru yakni Tembarak, Selopampang, Kedu dan Kledung. TP3R tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan dana sekitar Rp 550 juta untuk masing-masing TP3R. TP3R pengelolaannya swakelola yang dilakukan oleh kelompok swadaya masyarakat. 

"Tahun ini juga mendapat bantuan dana dari provinisi APBD I untuk TP3R, nantinya kemungkinan ditempatan di Mondoretno," katanya.   

Agus menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup bekerjasa sama dengan berbagai unsur masyarakat melakukan konservasi lingkungan di berbagai titik di Kabupaten Temamanggung. Konservasi ini terutama di daerah krisis air bersih dimusim kering. (Osy)