Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Maret 2019 / 21:07 WIB

Pemerintah Janjikan KIP untuk Kuliah

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Joko WIdodo menjanjikan akan keberlanjutan Kartu Indonesia Pintar (KIP )untuk jenjang pendidikan tinggi bagi para siswa kurang mampu. 
 
“Nanti ke depan kita akan ada lagi KIP untuk kuliah. Jadi kalau anak-anak yang ingin kuliah bisa pakai KIP kuliah. Anak-anak bisa kuliah di universitas, akademi. Jadi, anak-anakku harus bisa berprestasi dan semangat belajar yang baik," demikian pesan Presiden Joko Widodo pada pemberian KIP  
untuk 3300 siswa di Jakarta Selatan di 
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). 
 
 Menurut Jokowi, KIP Kuliah merupakan kelanjutan dari program KIP yang sudah berlangsung di tingkat SD, SMP, SMA atau SMK. Untuk peserta didik SD dan sederajatnya mendapatkan bantuan Rp 450 ribu per tahun, SMP dan sederajatnya Rp 750 ribu per tahun, dan setingkat SMA sebesar Rp 1 juta per tahun.
 
Rencananya, KIP Kuliah akan diberikan pada jutaan calon mahasiswa di Indonesia pada 2020. Dengan adanya KIP Kuliah, Jokowi berharap anak-anak memiliki keinginan kuat untuk meneruskan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi.
 
Di tempat terpisah Menteri
Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah akan berlaku pada 2020. 
 
Meski itu hanya janji politik Presiden Joko Widodo, tapi Nasir memastikan akan direalisasikan.
 
"Dalam rapat kabinet, presiden sudah memaparkan program kerjanya nanti. Dana infrastruktur akan digeser besar-besaran ke peningkatan SDM," kata Menteri Nasir usai pelantikan pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kemenristekdikti, Rabu (6/3).
 
Walaupun belum bisa memaparkan seperti apa KIP kuliah itu, menurut mantan rektor Universitas Diponegoro ini, modelnya seperti program beasiswa bidikmisi. Nantinya, mahasiswa yang tidak terakomodir dalam bidikmisi, afirmasi pendidikan tinggi (ADik), dimasukkan ke KIP kuliah.
 
"Akan dibahas secara detil. Apakah KIP kuliah ini masuk dalam program PPA (peningkatan prestasi akademik). Penilaiannya setiap enam bulan atau sebulan sekali. Kalau Bidikmisi dan ADik kan tiap bulan. Nah, KIP kuliah akan dilihat apakah masuk di situ atau berbeda," tuturnya.
 
Dia menambahkan, jurusan KIP kuliah akan disesuaikan dengan keinginan mahasiswa. Sedangkan S2 dan S3 sesuai keinginan pemerintah karena menggunakan dana LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
 
 
 
"Prinsipnya KIP kuliah ini condong ke jurusan vokasional karena presiden ingin lulusannya bisa langsung kerja. Apalagi baru 10 persen anak miskin yang bisa kuliah, dengan KIP kuliah akan lebih banyak lagi anak yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Insyaalllah 2020 berlaku," tutupnya.
 
Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah diprioritaskan untuk pendidikan vokasi. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan  Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya tengah menyiapkan skema yang paling tepat untuk KIP kuliah yang akan diberlakukan 2020.
 
“Akan dilihat dulu skemanya seperti apa. Yang pasti, akan menutupi kekurangan kuota bidik misi,” kata Nasir usai melantik pejabat di lingkungan Kemristekdikti, Rabu (6/3/2019).
 
Nasir mengaku belum bisa menyebut jumlah penerima dan berapa besaran biaya untuk KIP Kuliah. Akan tetapi KIP Kuliah akan diambilkan anggarannya dengan cara menggeser anggaran infrastruktur dan menyisir anggaran yang tak punya nilai tambah. (ati)