Peristiwa Editor : Agus Sigit Kamis, 07 Maret 2019 / 10:40 WIB

BPJS TK Beri Santunan Kematian Ramon, Atlet dan Non ASN

PEMALANG, KRJOGJA.com - Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Krishna Syarif mengatakan bahwa jaminan sosial merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia saat menghadapi risiko sosial yang terjadi, termasuk atlet dan non ASN.  

"BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang ditunjuk pemerintah, terus memberikan pelayanan terbaiknya melalui semangat layanan PRIMA untuk memastikan seluruh peserta dan keluarga mendapatkan haknya atas risiko sosial yang terjadi," jelas Krishna saat memberikan santunan kematian dan manfaat program Jaminan Hari Tua (JHT) sekaligus bantuan usaha kepada ahli waris almarhum Ramon Setyono di Pemalang, Rabu (6/3/2019).

Almarhum Ramon Setyono meninggal dunia karena sakit dan bekerja sebagai tenaga kerja non ASN di Dinas Pendidikan dan guru kontrak di Sekolah Dasar Negeri Srondol Wetan. Sebagai bentuk pengabdian kepada negeri, almarhum juga merupakan seorang atlet nasional pada Cabang Olahraga Baseball.

Sebagaimana diketahui, pada saat event Asian Games beberapa waktu lalu, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh atlet Tim Indonesia yang berlaga di event terbesar. Almarhum Ramo adalah salah satu atlet yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan, Ramon terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki tiga kartu peserta, dan dua di antaranya masih aktif sebagai pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai atlet ASEAN Games dan pekerja Penerima Upah (PU) di Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Saat memberikan santunan,  Krishna menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada orangtua almarhum yakni Durrahman Suriah sebagai ahli. Krishna bersama Menpora Imam Nahrawi berkunjun ke kediaman almarhum Ramon di Desa Banglarangan, Ampel Gading, Pemalang, Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini kepada ahli waris diberikan santunan kematian dan manfaat program Jaminan Hari Tua (JHT) sekaligus bantuan usaha dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 120.677.970. “Kami harap dana yang kami berikan dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif dan dapat membantu meringankan beban perekonomian keluarga yang ditinggalkan," tutur Krishna. (Ful)