Peristiwa Editor : Agus Sigit Kamis, 07 Maret 2019 / 09:25 WIB

Atlet Pelatnas-Pelatda Harus Jadi Peserta Jamsos Ketenagakerjaan

PEMALANG, KRJOGJA.com - Menpora Imam Nahrawi menyatakan semua atlet yang masuk dalam Pelatnas dan Pelatda harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) agar terlindungi dari risiko kecelakaan dan kematian, baik ketika berlatih, bertanding dan setelah pertandingan.

"Untuk itu, kami akan membuat peraturan yang menjadi acuan bagi Pelatnas dan Pelatda serta induk olahraga agar menyertakan atletnya dalam program jaminan sosial (Jamsos) ketenagakerjaan," jelas Nahrawi usai takziyah di kediaman keluarg atlet nasional Baseball almarhum, Ramon Setyono di Desa Banglarangan, Ampel Gading, Pemalang, Rabu (6/2/2019).

Kehadiran Imam Nahrawi dalam takziyah ini bersama Direktur Pelayanan BPJS TK Krishna Syarif yang  menyerahkan bantuan dan santunan kematian kepada ahli waris Ramon yang meninggal karena sakit senilai Rp 120,6 juta. Almarhum selain sebagai atlet adalah tenaga pengajar non ASN.

"BPJS Ketenagakerjaan memberikan hak dari ahli waris almarhum Ramon berupa santunan kematian dan dana JHT sebagai bentuk kepedulian. Kami berharap dana yang kami berikan dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif dan dapat membantu meringankan beban perekonomian keluarga yang ditinggalkan," kata Krishna.

Selain itu ia menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada keluarga Ramon. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan BPJS TK, ujar Krishna, Ramon terdaftar sebagai peserta dan memiliki tiga kartu peserta, dua di antaranya masih aktif sebagai pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai atlet Asian Games dan pekerja Penerima Upah (PU) di Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Pada Asian Games 2018, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh atlet Tim Indonesia yang berlaga di event terbesar se-Asia tersebut. "Ramon merupakan salah satu atlet yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut," ungkap Krishna.

Untuk itu, ia mengingatkan tentang  pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, khususnya pada sektor profesi, seperti atlet ataupun komunitas serta organisasi kemasyarakatan. Pada sektor ini, kata Krishna, Menpora memiliki peranan penting dalam memastikan kesejahteraan jajarannya, khususnya non ASN melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. (Ful)