Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 07 Maret 2019 / 18:10 WIB

Presiden Minta Gunakan KIP untuk Pendidikan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo berpesan kepada para siswa dan orang tua agar menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk hal-hal yang bermanfaat bagi pendidikan. 

“Tolong anggaran yang ada di kartu ini digunakan berkaitan dengan sekolah dan pendidikan. Kalau digunakan untuk hal lain maka kartu akan dicabut,” ujar Presiden Joko Widodo pada pemberian KIP  untuk 3300 siswa di Jakarta Selatan ,bertempat di  Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). 

Dalam kesempatan itu Presiden Joko WIdodo menjanjikan akan keberlanjutan KIP untuk jenjang pendidikan tinggi bagi para siswa kurang mampu. “Nanti ke depan kita akan ada lagi KIP untuk kuliah. Jadi kalau anak-anak yang ingin kuliah bisa pakai KIP kuliah. Anak-anak bisa kuliah di universitas, akademi. Jadi, anak-anakku harus bisa berprestasi dan semangat belajar yang baik," pesan Presiden Joko Widodo.

Usai mendampingi penyaluran KIP oleh Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, “Terdapat sebanyak 3300 siswa penerima KIP di wilayah Jakarta Selatan yang hadir hari ini.” Secara keseluruhan, lanjut Menteri Muhadjir, terdapat 31.229 siswa penerima KIP dari semua jenjang di Provinsi DKI Jakarta, dengan total alokasi dana sebanyak Rp 4.111.108.875.000. Mendikbud mengatakan, “Ini adalah penerima KIP terbesar dari seluruh provinsi di Indonesia.” 

Pemberian Kartu Indonesia Pintar bagi para peserta didik kurang mampu di wilayah Jakarta baru dimulai sejak tahun lalu. “Sebelumnya, kita memiliki kendala karena ada peraturan daerah yang membatasi bahwa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak bisa menerima KIP,” jelas Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Kendala ini, kata Anies, karena adanya Peraturan Gubernur Nomor 174 Tahun 2015 yang membatasi penyaluran manfaat KIP. Karena itu, kemudian dilakukan revisi terhadap Peraturan Gubernur yang membatasi pemberian KIP tersebut menjadi Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kartu Jakarta Pintar Plus. Sehingga, penerima KJP plus sekarang bisa menerima KIP,” ujar Anies. 

Anies menegaskan bahwa pemanfaatan KIP sudah benar-benar dirasakan secara nasional, termasuk oleh warga Jakarta. “Banyak warga Jakarta yang sudah bisa merasakan program nasional. KIP ini merupakan program yang dilaksanakan secara nasional maka sekarang ini para siswa di Jakarta pun sudah mulai bisa merasakannya,” ujarnya. 

Nantinya, lanjut Anies, sumber bantuan yang lebih beragam diharapkan dapat bisa meningkatkan pendidikan yang lebih baik bagi siswa kurang mampu, bahkan hingga tuntas. (Ati)