Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 06 Maret 2019 / 19:14 WIB

Mahasiswa UMP Deklarasi Pemilu 2019 Damai dan Berkualitas

PURWOKERTO, KRJOGJA.com - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang mewakili dari sejumlah fakultas mendeklarasikan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 damai dan berkualitas di Aula AK Anshori, Rabu (06/03/2019). Deklarasi yang disaksikan komisioner KPU, Bawaslu dan Pejabat Polres dan Pemkab Banyumas itu dilakukan seusai acara bincang pemilu damai berkualitas dalam rangka semarak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019.

Dalam dekalarisnya mahasiawa UMP secara bersama sama menyatakan sebagai generasi muda yang siap untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita pendiri bangsa indonesia. Serta mewujudkan kedaulatan rakyat demi mempertahankan pancasila dan NKRI.

"Kami generasi muda Indonesia dengan ini berikrar bahwa kami siap untuk mensukseskan jalannya pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," ungkapnya.

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Kerjasama dan AIK Dr Jebul Suroso menjelaskan, pada peringatan HPN 2019 ini, UMP juga turut serta memeriahkan dengan berbagai kegiatan. Beberapa kegiatan itu merupakan hasil kerja sama dengan beberapa mitra.

Kepada generasi milenial saat ini Jebul Suroso berpesan agar dapat menjadi generasi milenial yang berjiwa muda dan aktif dalam menghadapi pemilu. “Kita sebagai akademisi, marilah berkontribusi berpikir konstruktif, ikut andil dalam pembangunan bangsa menghilangkan sisi buruk generasi milenial yang terkenal hanya bisa bermain gadget saja,” katanya.

Sementara itu Ketua PWI Kabupaten Banyumas Sigit Oediarto mengatakan UMP bersama PWI Banyumas peduli dengan proses demokrasi di Indonesia. “Sebelum memasuki tahapan pemungutan suara perlu digalakan adanya kampanye menuju pemilu, khususnya pemilihan presiden yang damai,” katanya.

Menurutnya, tujuan diadakannya kegitan tersebut untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama pemilih pemula atau kelompok milenaial. “Tujuan kegiatan ini juga untuk memberikan paradigma yang tepat tentang politik kepada pemilih serta meningkatkan partisipasi politik pemilih,” pungkasnya. (Dri)