Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 06 Maret 2019 / 12:42 WIB

Korupsi Tanah Kas Desa, Mantan Kades Ditahan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com- Mantan Kepala Desa Girilayu, Matesih, Daryana, ditetapkan tersangka kasus tindak pidana korupsi bermodus tukar guling tanah kas desa. Ia menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar di LP Klas IA Solo.

Kepala Kejari (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo mengatakan Daryana ditahan sejak Senin (4/3). Ia dianggap bertanggung jawab atas kerugian negara Rp 900 juta selama menjabat kades periode 2006-2013. Tersangka menggunakan modus menyertifikatkan tanah kas desa menjadi hak milik pribadi. 

Proses penyertifikatan tanah tidak sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.4/2007. Kasus ini bermula dari pembangunan SD Inpres. SD tidak bisa dibangun di tanah kas desa karena pertimbangan lokasi kurang strategis dan tanah sawah. Pemerintah memutuskan sekolah dibangun di tanah milik Pawiro Sukarto. Kemudian terjadi tukar guling, yakni tanah Pawiro ditukar dengan tanah kas desa. Namun saat itu belum disertifikatkan. 

Pada 2013, Daryana berinisiatif menyertifikatkan tanah. Tetapi Daryana berencana menukar tanah kas desa dengan tanah di wilayah lain yang lebih produktif. Rencana itu sebenarnya ditolak badan permusyawaratan desa (BPD) dan perangkat desa.

“Karena tidak disetujui saat musyawarah desa, ia nekat membalik nama seakan-akan terjadi jual beli dari Pawiro ke dirinya. Padahal tidak. Tetapi ada tanda tangan perangkat desa dan lain-lain diduga dipalsukan,” tutur dia kepada wartawan, Senin (4/3).

Berdasarkan penghitungan harga tanah pada 2013, satu meter persegi tanah senilai Rp 450.000. Maka total kerugian negara Rp 900 juta untuk tanah 2.000 meter persegi. "Desa kehilangan aset dan negara rugi. Ada unsur penyalahgunaan wewenang. Kami gunakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Aset desa menjadi nama pribadi,” jelas dia.

Daryana akan ditahan selama 20 hari ke depan atau selama proses penyidikan. Jika tak ditahan, jaksa khawatir Daryana menghilangkan barang bukti atau malah menjual tanah yang diperkarakan.

Penasihat Hukum Daryana, Ari Santoso, membenarkan bahwa kliennya ditahan terkait kasus itu. Dia menyampaikan akan mengikuti proses hukum karena masih dalam tahap penyidikan. (Lim)