Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 06 Maret 2019 / 10:54 WIB

Anggaran Efisien, ESDM Fokus Infrastruktur Rakyat

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dengan Anggaran yang makin efisien,  hasil kerja Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) justru makin terlihat nyata. Seperti dikutip dari instagram resmi Wakil Menteri ESDM,  Arcandra Tahar terungkap bahwa selama tiga tahun terakhir pagu anggaran ESDM mengalami penurunan yang signifikan. 

Dari semula selalu double digit menjadi single digit. Selama periode 2016-2018 berturut-turut anggaran ESDM sebesar Rp 7,70 triliun (2016), Rp 6,57 triliun (2017) dan Rp 6,57 triliun (2018).  Sementara di tahun-tahun sebelumnya, anggaran ESDM selalu double digit. Misalnya, selama periode 2012-2015, nilainya berturut-turut sebesar Rp 16,56 triliun (2012), Rp 17,30 triliun (2013) dan 14,34 triliun (2014). Kemudian di tahun 2015 anggaran ESDM mencapai Rp 15,07 triliun.

Kemana anggaran itu mengalir? Menurut Arcandra, mayoritas anggaran ESDM dialokasikan untuk mendukung program-program pro rakyat, terutama untuk pemenuhan kebutuhan energi dan mineral. 

Di tahun 2018 sebanyak 54 persen anggaran ESDM digunakan untuk memperkuat infrastruktur rakyat.  Misalnya, pembangunan jaringan gas (jargas) yang mencapai 89.906 sambungan rumah, pembelian konverter kit LPG untuk nelayan sebanyak 25 ribu di 53 kabupaten/kota. 

Kemudian program lampu tenaga surya hemat energi berhasil menjangkau 172.996 rumah di 16 provinsi. Sedangkan pembangunan sumur bor untuk daerah yang sulit air mencapai sebanyak 2.290 titik sumur bagi 6.6 juta jiwa.

"Komitmen kerja Kementerian ESDM adalah terus mengoptimalkan setiap  anggaran yang ada melalui program-program yang mampu mewujudkan ketahanan energi dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," ungkap Arcandra seperti disampaikan dalam instagramnya arcandra.tahar, Selasa (5/3).

Selain anggaran yang makin efisien, hingga tahun 2018 ESDM berhasil memperluas basis pengguna gas bumi melalui program jaringan gas (jargas). Total jargas yang telah dibangun mencapai 463.619 sambungan rumah. Artinya selama 4 tahun terakhir, terdapat peningkatan jargas sebanyak 263.619 sambungan rumah. 

"Dengan menggunakan gas bumi melalui jargas, rumah tangga hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 90 ribu sebulan, atau setara 4 tabung elpiji 3kg. Ini sangat efisien dan membantu ibu-ibu rumah tangga," imbuh Arcandra. (*)