Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 06 Maret 2019 / 06:30 WIB

Cegah Penyebaran Paham Radikal, Kinerja Kopassus Cukup Efektif

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD selama ini dinilai telah ikut berperan penting dalam membantu tugas Badan Nasional Penanggulagan Terorisme (BNPT) dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme-terorisme agar tidak meluas di tengah-tengah masyarakat. Selama ini kinerja Kopassus bersama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL dan Satuan Bravo 90 Paskhas TNI-AU yang tergabung dalam Satauan Tugas Pencegahan (Satgas Cegah) BNPT cukup efektif dalam membantu BNPT. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs Suhardi Alius, MH, usai memberikan pembekalan kepada jajaran prajurit Kopassus tentang Pencegahan Paham Radikal Terorisme yang berlangsung di Balai Komando, Komplek Makopassus, Cijantung, Jakarta, Selasa (5/3/2017). 

“Sangat efektif (pelibatan Kopassus). Karena dia punya kemampuan teritorialnya, bahkan unsur intelijen bagaimana memetakan, mendeteksi. Kita juga banyak tergantung dari temen-temen dari Kopassus, dari Denjaka dan dari Sat Bravo 90 yang mana kita libatkan semuanya untuk melaksanakan suatu kontribusi yang terintegrasi dalam rangka upaya pencegahan terorisme,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH.

Lebih lanjut Kepala BNPT mengatakan bahwa untuk melakukan sinergi dalam upaya penanggulangan terorisme, selama ini pihaknya sudah banyak sekali dibantu oleh Kopassus. Bahkan menurutnya selama ini Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT juga selalu dari Kopassus. 

“Selama ini kita tunjuk dari Kopassus karena  mempunyai anggota-anggota yang betul-betul militan, yang bisa turun ke lapangan untuk memonitor itu semua. Dan saya berterima kasih karena saya dapat laporan laporan dari temen-temen Kopassus yang turun ke lapangan dan itu menjadi masukan buat kami dalam mengambil keputusan dalam rangka melakukan kebijakan-kebijakan yang kita buat,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan. 

Alumni Akpol tahun 1985 ini mengatakan, beberapa hari kedepan BNPT akan kembali menggelar latihan mitigasi penanggulangan terorisme. Sebagaimana latihan-latihan sebelumnya, dalam latihan tersebut semua institusi terkait juga ikut dilibatkan.

“Latihan mitigasi seperti yang lalu seperti di Semarang, lalu dalam rangka Asian Games dimana Panglima TNI yang mengambil pada waktu itu bagaimana kita kontribusi, bersinergi dalam mengatasi masalah masalah terorisme, khususnya yang bisa kita kerjasamakan dan itu kita laksanakan di lapangan. Jadi bukan cuma TNI  baik dari (Angkatan) Darat, Laut, Udara dan  Polisi, tetapi termasuk instansi terkait lainnya,” kata mantan Kapolda Jawa Barat ini menjelaskan.

Untuk itu dalam menjalin sinergitas, pihaknya akan tetap terus melakukan koordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait lainnya. “(Sinergi) itu terus kita tingkatkan. Dan kalau ada isu-isu yang bagus kita buatkan formulasinya. Kalau kita bisa mengidentifikasi masalah maka kita akan melakukan treatment juga yang pas sesuai dengan apa yang kita butuhkan di lapangan,” ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Pria kelahiran Jakarta, 10 mei 1962 ini juga menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya sengaja diundang oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen I Nyoman Cantiasa untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana isu terorisme yang terjadi di Indonesia. 

“Saya memberikan pemahaman secara utuh kepada seluruh jajaran pimpinan di Kopassus sehingga tahu persis apa yang  terjadi dan apa antisipasinya ke depan. Kita mengharapkan kepada Kopassus sebagai satuan khusus di Republik ini yang menjadi tulang punggung kita dalam rangka penanggulangan terorisme,” ujar mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas RI ini.

Hal ini menurut Kepala BNPT sebagai upaya untuk membekali anggota Kopassus dengan kekuatan yang betul-betul mumpuni dengan pengetahuan yang cukup sehingga tahu apa yang mesti dikerjakan baik dalam sifat-sifat yang soft Power Aprroach maupun hard power approach yang proposional.

“Itu  yang kita sampaikan tadi sehimgga tahu persis mereka pemahaman yang utuh tentang masalah isus-isu terorisme yang terkini. Kita harapkan mereka memberikan pengertian kepada seluruh anggotanya sehingga punya pemahaman yang utuh mengenai bagaimana mengantisipasi, mencegah dan sebagainya masalah-masalah tentang isu terorisme di daerah. Kita harapkan seluruh pimpinan Kopassus yang hadir pada hari ini bisa menularkan kepada anggota dan pasukannya,” kata mantan Wakapolda Metro Jaya ini berharap. 

Dalam kesempatan tersebut Kepala BNPT mengatakan bahwa kedepannya tidak hanya prajurit Kopassus saja yang akan mendapatkan pembekalan seperti ini. Dirinya berharap satuan lain seperti Kostrad, Marinir dan Paskhas juga dapat ia berikan pembekalan serupa. 

“Saya dengar akan ada undangan dari  Marinir, kemudian dari Kostrad. Bahkan tadi ada saran bahwa Kodam-Kodam juga meminta saya untuk memberikan pencerahan semacam ini sehingga tahu persis. Karena  kebanyakan mereka ada di lapangan sehingga tahu persis apa yang bisa dikerjakan di daerah seperti di perbatasan, daerah konflik itu apa yang mesti dikerjakan oleh mereka kita berikan masukan yang  cukup,” ucap mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Polres Depok ini mengakhiri.

Sementara itu Danjen Kopassus, Mayjen TNI I. Nyoman Cantiasa mengaku senang dan berterima kasih kepada Kepala BNPT yang bisa memberikan pembekalan di jajaran prajurit Kopassus.

“Selaku Komandan Jenderal Kopassus saya mengucap Terima kasih atas kedatangan Kepala BNPT untuk memberikan pembekalan kepada seluruh prajurit Kopassus, sehingga mereka mengerti jelas tentang bagaimana perkembangan terorisme saat ini dan perkembangan pasca setelah terorisme, dan juga mantan-mantan terorisme termasuk para  korban dari aksi  terorisme,” ujar Danjen Kopassus Mayjen TNI I. Nyoman Cantiasa usai acara tersebut.

Alumni Akmil tahun 1990 yang juga merupakan luklusan terbaik peraih Adhi Makayasa ini mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kepala BNPT melalui pola Soft Power Approach dalam mengurai akar masalah terorisme yang ada di Indonesia 

“Ternyata dengan kegiatan Kepala BNPT selama ini begitu luar biasa untuk mempertemukan dan mendamaikan (pelaku dan korban terorisme) bahwa kita sebagai anak-anak bangsa harus bersatu untuk membangun negeri ini,” ujar mantan Kasdam XVII/Cenderawasih ini.(*)