Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 05 Maret 2019 / 00:40 WIB

Usai Razia Kafe, Rumah Kepala Satpol PP Dilempar Telur Busuk

KUDUS, KRJOGJA.com - Usai menggelar operasi penindakan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda), rumah Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus, Djati Solechah dan Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Bidang Penegakan Perda, Sarjono, dilempari telur angsa busuk. Peristiwa itu tidak membuat mereka takut, tetapi tindakan tegas tetap akan dilakukan bagi pelanggar Perda.

“Kami menduga, pelemparan ada kaitan dengan penindakan pelanggaran Perda,” ujar Djati Solechah, usai menggelar pertemuan dengan Bupati Kudus Muhammad Tamzil, yang dihadiri seluruh anggota Satpol PP Kudus, Senin (4/3).

Pelemparan telur busuk di rumah Djati Solechah di Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kudus, terjadi pada Minggu (3/3) malam. Hal sama minimpa kediaman Sarjono di Desa Rejosari Kecamatan Dawe Kudus, Sabtu (2/3) malam.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil (tengah) bersama Kepala Satpol PP Kudus memberikan pengarahan kepada anggota Satpol PP. (Foto: Mc. Thoriq)

Keduanya mengaku, sebelum aksi pelemparan telur busuk, pihaknya menggelar operasi minuman keras dan merazia kafe karaoke. Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukannya. Hal itu diketahui setelah melihat bagian depan rumahnya ditemukan telur pecah yang sudah berbau busuk.

“Dugaan kami ada kaitan dengan operasi penegakan Perda, karena sebelumnya ada oknum mengajak kompromi, tetapi kami tolak,” tegas Djati.

Pelemparan telur busuk baru kali pertama dialami. Pihaknya menerima konsekwensi sebagai risiko tugas sebagai aparat penegak Perda. Terkait hal itu, pihaknya tak akan kendor semangat. Seluruh anggotanya juga diminta tetap menjalankan tugas dengan baik berpegang pada aturan yang berlaku.

Sementara, Bupati Kudus Muhammad Tamzil menyatakan, petugas Satpol PP sebagai garda terdepan penegakan Perda harus bersikap tegas tanpa kompromi. “Saat ini petugas Satpol PP jumlahnya terbatas. Masih kurang sekitar 111 petugas, dan segera kami upayakan untuk dipenuhi,” katanya. (Trq)