Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 04 Maret 2019 / 19:10 WIB

Kodim Tegaskan Netralitas TNI, Aparat Jangan Jadi Penyalur Berita Bohong

KUDUS, KRJOGJA.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0722 Kudus menegaskan seluruh anggota selaku aparat TNI tetap menjaga netralitas dalam menghadapi pemilihan presiden- pemilihan legislatif (pilpres-pileg) 17 April mendatang. Aparat jangan sampai menjadi penyalur berita di media sosial (medsos) dan WhatsApp (WA) yang bermuatan politik, apalagi bersifat hoaks atau berita bohong.

Hal itu disampaikan Dandim 0722 Kudus, Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo, saat memberikan arahan seluruh anggota TNI dan pegawai sipil di halaman Makodim setempat, Senin (4/3/2019).“Seluruh anggota Kodim harus netral. Kami berkepentingan menjaga Kudus agar tetap kondusif menjelang, saat dan paska pesta demokrasi,” tegasnya.

Upaya menjaga netralitas dimulai dengan melakukan pengecekan handphone (HP) anggota secara periodik. Bila diketahui menyebarkan muatan-muatan politik dan sejenisnya, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, sikap hati-hati saja terkadang berpotensi tersandung masalah, apalagi tidak berhati-hati. Jajaran Kodim 0722 sudah membuktikan penerapan prinsip netralitas dalam pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu.

"Kami selalu netral sesuai dengan arahan pimpinan, dan bila melanggar seluruh anggota sudah paham konsekuensinya,” tandasnya.

Pihaknya meyakini pada penyelenggaraan pilpres dan pileg mendatang, komitmen menjaga netralitas akan dipatuhi.(Trq)