Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 04 Maret 2019 / 17:20 WIB

Terlalu, Bantuan Alsintan untuk Petani Sragen Dipungli

SRAGEN, KRJOGJA.com - Bantuan ratusan alat mesin pertanian (Alsintan) dari APBN yang diterima petani Kabupaten Sragen diwarnai pungutan liar (pungli). Petani atau kelompok tani (Poktan) yang mendapat bantuan Alsintan dimintai uang hingga puluhan juta rupiah dengan dalih mempercepat turunnya bantuan.  

Kasus ini bahkan sudah ditangani oleh Polres Sragen dan penyidik menetapkan dua pejabat Dinas Pertanian setempat sebagai tersangka pelaku pungli. Kedua tersangka yang berperan sebagai makelar bantuan yakni, APR seorang pegawai penyuluh lapangan (PPL) di Dinas Pertanian serta Dar salah satu Kasi di Dinas serupa.  

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari salah satu kelompok tani di wilayah Kecamatan Mondokan ke Polres Sragen beberapa waktu lalu. Anggota kelompok tani di salah satu desa di Mondokan melaporkan Ketua Kelompok Tani mereka yang disebut menjual bantuan Alsintan senilai Rp 450 juta ke salah satu mantan Kades di Mondokan. 

Bantuan mesin itu diam-diam dialihkan lantaran dari kelompok mengaku tak sanggup membayar uang tebusan sebesar Rp 35 juta yang dipatok agar bisa menerima bantuan. Dari sinilah kemudian kasus bergulir dan memunculkan seorang PNS di Dinas Pertanian berinisial APR yang disebut-sebut bertindak sebagai makelar penarik upeti. 

Tersangka APR disebut mengalihkan bantuan ke perorangan yakni mantan Kades yang berani membayar tebusan Rp 35 juta. Rupanya persekongkolan pengalihan bantuan itu terendus anggota kelompok tani sehingga mereka mengadukan kasus itu ke Polres Sragen. 

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengaku masih mengembangkan penyidikan kasus ini. Diduga tarikan pungli juga berlaku di alsintan seperti mesin traktor, tleser, mesin traktor besar, combine harvester, rice transplanter dan mesin lainnya. 
"Sudah kami tetapkan dua tersangka dan kasus ini terus kami kembangkan," ujar AKP Harno Senin (4/3/2019). 

Terkait besaran pungli, AKP Harno menyebut jumlahnya bervariasi. Sejauh ini sejumlah saksi sudah diperiksa dalam tahap penyidikan. "Untuk sementara tersangka belum kami tahan karena pertimbangan kooperatif dan tidak akan melarikan diri serta tidak menghilangkan barang bukti. Pasal yang kami kenakan adalah UU tipikor," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Sragen, Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada kepolisian. Yang pasti sejak 2015, bantuan Alsintan dari pusat ke Sragen berjumlah ratusan. "Kalau bantuan Alsintan untuk yang besar-besar, mungkin jumlahnya tidak sampai 100 unit. Yang banyak adalah bantuan Alsintan yang kecil-kecil," tuturnya.(Sam)