DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 04 Maret 2019 / 00:10 WIB

Sunmor di SSA Tutup, Ini Keluhan Para Pedagang Kecil

BANTUL, KRJOGJA.com - Kesalahpahaman  antara dua kubu yang terjadi  di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul  dikeluhkan banyak  pihak, khususnya pedagang  di sekitar Kompleks  stadion itu.  Masyarakat minta supaya kesalahpahaman segera diakhiri. Imbas dari peristiwa itu rakyat kecil jadi pihak paling dirugikan. Karena pasar Sunday Morning (Sunmor) di SSA yang sudah berjalan bertahun-tahun itu, Minggu (3/3/2019) akhirnya tidak dilaksanakan karena adanya  muncul konflik di sekitar SSA.

Ny Watik warga Tamanan Kulon Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan Bantul ini mengatakan, Sunmor di SSA jadi harapan oleh  rakyat kecil. Perputaran  uang dalam ajang Sunmor cukup besar, hampir semua kebutuhan sehari-hari tersedia. Mulai dari makan, pakaian, mainan hingga perabotan rumah tangga. “Dengan jualan peci dan sebagainya di SSA untungnya cukup besar, setiap  minggu pagi saya bisa transaksi mencapai Rp 700 ribu. Keuntungan bisa separuhnya,” jelasnya.

Setelah kompleks SSA di tutup, perempuan berjilbab itu lantas berjualan di Pasar Turi Bambanglipuro  Bantul. “Kalau saya bisa pindah lokasi mas jualannya. Tetapi bagi  saudara kita yang jualan makanan mateng, terus mau dijual kemana. Mbok tolong hal-hal yang merugikan rakyat itu dihindari,” ujarnya.   

Karena dengan peristiwa itu ada ratusan pedagang  dirugikan. Meski ada informasi jika setelah Sunmor tidak dilaksanakan pedagang diarahkan ke Pasar Seni Gabusan. Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH mengatakan, peristiwa itu masih didalami oleh anggota Intel. Dijelaskan, awalnya muncul provokasi ke pengelola parkir di SSA Bantul. “Kira-kira begitu,  (persoalan  dipicu soal parkir) tetapi ini masih didalami intel,” ujar Sahat, Minggu (3/3/2019) malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suhariyanta SSos MM mengatakan, jika pengelolaan parkir didalam Stadion Sultan Agung itu resmi dibawah Dinas Perhubungan Bantul. Bahkan dari parkir di SSA Bantul itu sudah memberikan kontribusi PAD ke pemerintah daerah Bantul. 

“Yang  stadion iya mas (binaan Dishub-red), yang dikelola Mas Yanto, tetapi parkir yang pinggir jalan / utara jalan belum ada ijin,” ujarnya.  

Sedang pantauan KRJOGJA.com di lapangan terungkap, pihak kepolisian berjaga sejak minggu dinihari hingga siang. Termasuk personel Brimob Polda DIY, Polres Bantul, Polsek Jetis, Polsek Pleret dan Sewon. (Roy)