DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 02 Maret 2019 / 13:15 WIB

12.850 Ekor Sapi Ditargetkan Lahir di Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Melalui program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) 2019, ditargetkan ada penambahan populasi dari kelahiran sapi di wilayah Kulonprogo sebanyak 12.850 ekor. Target lebih tinggi dari realisasi sekitar 12.000 ekor di tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo, Nursyamsu Hidayat dan Kepala Seksi Produksi Peternakan, Budi Sasongko mengungkapkan optimis target penambahan populasi dari kelahiran anakan sapi di 2019 akan tercapai. “Persyaratan utama yang perlu diperhatikan kalangan peternak, ada perbaikan pemberian pakan. Sapi membutuhkan pakan hijauan dan tambahan yang bergizi,” ujar Nursyamsu Hidayat.

Hal tersebut disampaikan ketika dikonfirmasi terkait program Upsus SIWAB 2019 di Kulonprogo. Direktorat Jenderal (Dirjend) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian mentargetkan dalam satu tahun di 2019, dilakukan Inseminasi Buatan (IB) terhadap sapi indukan sebanyak 23.000 ekor.

Menurutnya, melalui IB tersebut menghasilkan kebuntingan 17.480 ekor. Sapi indukan yang bunting ditargetkan bisa melahirkan anakan sapi 76 persen atau sebanyak 12.850 ekor. “Kelahiran anakan sapi ini menambah populasi sapi di Kulonprogo,” ujarnya.

Budi Sasongko menjelaskan banyak faktor penyebab kegagalan kebuntingan atau kelahiran dari sapi indukan yang di IB. Selama ini tingkat keberhasilan hanya mencapai sekitar 76 persen.

Salah satu faktor penyebab kegagalan, ujarnya, peternak kurang memperhatikan gizi dari asupan pakan yang diberikan. Selain memberikan pakan hijauan, sapi membutuhkan pakan tambahan. Budi optimis kelahiran anakan sapi yang ditargetkan di tahun ini akan tercapai. (Ras)