DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 02 Maret 2019 / 12:31 WIB

Sejak 29 Januari Merapi 21 Kali Luncurkan Awan Panas

SLEMAN, KRJOGJA.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menyampaikan aktivitas luncuran awan panas Merapi yang terjadi sejak 29 Januari 2019 hingga 2 Maret 2019 terhitung kecil. Tercatat, dalam rentang waktu tersebut Merapi mengeluarkan 21 kali luncuran awan panas dengan jarak luncuran kurang dari 2 kilometer.

Kepala BPPTKG DIY, Hanik Humaida mengungkap aktivitas yang terjadi saat ini telah memasuki fase awan panas namun dengan suplai magma kecil. Hal ini menurut Hanik sangat lazim terjadi di Merapi dengan karakter yang dimiliki.

“Awan panas masih di bawah 3 kilometer dan sekarang memang fase awan panas tapi masih kecil. Masyarakat kami himbau tetap tenang dan waspadai. Persiapan abu mungkin ya siapkan masker. Sekarang sudah tenang lagi karena memang suplai magma dari dalam masih kecil,” ungkapnya, Sabtu (02/03/2019).

BPPTKG mencatat saat ini volume kubah lava Merapi berada dalam jumlah 466 ribu meter kubik dengan rata-rata pertumbuhan 3.000 meter kubik dalam satu hari. Jumlah tersebut menurut Hanik sangat kecil yang kemudian membuat tekanan magma dari dalam juga kecil.

“Tekanan termasuk untuk Merapi itu kecil meski sampai 2 kilometer luncurannya. Kalau besar bandingannya 2006 dan 2010. Tahun 2006 misalnya, luncuran awan panas hingga puluhan kali dalam satu hari. Inilah Merapi, saat ini masuk fase tumbuh kubah lava fase erupsinya ya seperti ini,” sambungnya.

BPPTKG DIY memastikan saat ini status Merapi masih berada pada level II Waspada dengan jarak aman dari puncak 3 kilometer. “Data sampai saat ini belum ada perubahan signifikan karena kami memantau 24 jam dan terus akan dievaluasi. Jarak aman tetap 3 kilometer namun untuk warga di alur Kali Gendol tetap harus waspada dengan aktivitas Merapi,” tandasnya. (Fxh)