Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 02 Maret 2019 / 03:10 WIB

SBY Beri 10 Poin Instruksi Kepada Kader Demokrat

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan tidak akan turun gunung pada pemilu 2019 kali ini. Pasalnya, sang istri tengah mengalami sakit kanker darah, dan harus dirawat di Singapura.

Karena itu, untuk tetap menjaga gerakan partainya, SBY mengirim sepucuk surat. Isinya instruksi untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pemenangan Pemilu 2019.

Itu diungkapkan oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan bersama jajaran DPP Partai Demokrat yang lainnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

“Pak SBY tetap setiap hari dari waktu ke waktu menemani Ibu Ani. Oleh karena itu sore hari ini, izinkan saya menyampaikan kepada masyarakat Indonesia pesan dari beliau yang baru saja saya bawa, saya baru tiba di tanah air 2 jam yang lalu untuk menyampaikan pesan ini,” tuturnya dalam rilisnya, Jumat (1/3/2019). 

Lebih lanjut, Hinca menuturkan, terdapat dua surat yang dituliskan presiden ke-6 Indonesia itu dari Singapura. Surat pertama diketahui lebih bersifat formal yang berisi 10 poin intruksi. salah satunya, memberi mandat kepada AHY untuk memegang kendali pemenangan kampanye.

Selain itu dalam surat ini juga ditegaskan bahwa tidak ada instruksi pergantian struktur kepengurusan partai. “Secara nasional saudara Agus Harimurti Yudhoyono bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” tegas Hinca.

Berikut 10 poin instruksi dalam surat pertama yang dikirimkan dan ditandatangani SBY langsung dari Singapura:

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi komando tugas bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, komisi pemenangan pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.(*)