Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 01 Maret 2019 / 17:06 WIB

Presiden KAI Dukung Caleg Anti Money Politik dan Anti Hoax

SOLO, KRJOGJA.com - Kongres Advokat Indonesia (KAI) mendukung caleg anti politik uang. Selain itu caleg harus memiliki kualifikasi sebagai politikus  anti hoax dan anti political bullying (intimidasi politik).

Hal itu diungkapkan Presiden KAI, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, di sela-sela kegiatan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rakerda KAI (Kongres Advokat Indonesia) Jateng 2019, Jumat (1/3/2019), di Hotel Grand HAP, Jalan Slamet Riadi, Solo.

Menurut Tjoetjoe, justru seorang caleg anti politik uanglah yang harus dipilih dalam Pemilu 2019. Tidak hanya anti politik uang, seorang caleg seharusnya juga anti hoax dan anti political bullying (mengintimidasi politik).

"Kebetulan salah satu anggota kami yang menduduki struktur sebagai Bendahara Umum (Bendum) KAI Pusat yakni KRAT Henry Indraguna yang mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Dapil V Jateng. Saya mendukungnya sesuai komitmen beliau yang anti politik uang. Di organisasi pun beliau memiliki loyalitas yang bagus dan tidak bekerja dengan kata-kata. Beliau termasuk yang terbaik di organisasi kami," paparnya.

Tidak hanya kepada Henry, Tjoetjoe juga mendoakan seluruh anggotanya yang terjun di bidang politik mendapatkan kesuksesan. 
"Walaupun kalau mereka menjadi legislator nantinya, saya akan kehilangan, karena mereka tidak boleh menjadi pengacara. Namun demi kepentingan negara dan bangsa kami akan merelakannya," imbuhnya.

Sementara itu, Tjoetjoe berharap DPD KAI Jateng tidak hanya akan dijadikan  ajang berkumpul saja. Namun juga harus menyusun program kerja untuk mengejar ketertinggalan KAI dengan organisasi advokat lain.

"Harus bisa membedakan antara level strategis dan level teknis. Menjadi Ketua DPD harus berani ambil resiko, ambil keputusan sambil dievaluasi ke depannya. Resiko harus menghadapi serangan dari luar. Dan kita harus bersyukur, yang tadinya kita berjalan tidak percaya diri, sekarang kita sudah percaya diri," ujarnya.

Di sisi lain, Bendahara Umum (Bendum) KAI Pusat, KRAT Henry Indraguna mengatakan, selama menjalankan profesi sebagai advokat, dirinya menilai hukum selama ini tajam ke bawah namun tumpul ke atas. 

"Itulah yang akan saya perjuangkan karena bagaimanapun juga semua orang di mata hukum sama (Equality Before the Law). (Hwa)