DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 01 Maret 2019 / 16:15 WIB

Perguruan Tinggi Dituntut Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan

YOGYA, KRJOGJA.com - Banyaknya lulusan Perguruan Tinggi (PT) yang belum terserap di dunia kerja, sampai saat ini masih menjadi persoalan bersama. Adapun penyebab dari tingginya angka pengangguran terdidik tersebut cukup kompleks.

Mulai dari materi kurikulum yang diberikan tidak disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, sampai penguasaan kompetensi yang masih kurang. Khususnya yang berkaitan dengan ketrampilan di bidang teknologi dan penguasaan bahasa asing.

“Guna mengurangi tingginya angka pengangguran terdidik, PT perlu membekali lulusannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mereka mempunyai peluang memperoleh pekerjaan dengan cepat. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang mahasiswa prodi apapun perlu dibekali keterampilan bidang IT dan bahasa internasional,” kata pengamat pendidikan dari Universitas PGRI Yogyakarta, Prof Dr Buchory MS MPd.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY itu mengungkapkan, banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka pengangguran terdidik. Di antaranya selama kuliah mahasiswa diberikan pembelajaran menggunakan kurikulum yang disusun sejak beberapa tahun lalu. Sehingga pada saat mahasiswa lulus materi yang dipelajari ketinggalan dibandingkan kebutuhan dan kompetensi yang diperlukan di dunia kerja.

Hal itu terjadi karena perubahan yang demikian cepat. Persoalan itu semakin bertambah rumit, karena kerja sama perguruan tinggi masih terbatas dengan dunia usaha atau instansi yang relevan. Misalnya untuk mahasiswa Prodi kependidikan perlu meningkatkan pengalaman lapangannya di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Mahasiswa Prodi ekonomi perlu meningkatkan praktik di perusahaan dan instansi terkait.

“Apabila semua prodi dibekali pengalaman lapangan yang relevan dengan bidang ilmunya maka setelah lulus akan mudah memperoleh pekerjaan. Kecuali memang ada prodi yang sudah jenuh. Sehingga kebutuhan tenaga kerjanya lebih kecil jumlahnya dibandingkan jumlah yang lulus,” jelas Buchory. (Ria)