Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 01 Maret 2019 / 10:39 WIB

Dikembangkan LIPI, Atasi Stunting dengan Ubi Kayu

JAKARTA, KRJOGJA.com - Guna mengatasi stunting,intervensi gizi spesifik diperlukan yang salah satunya melalui pemanfaatan sumber pangan lokal,singkong .

Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Fathoni di kantor LIPI Jakarta, Kamis (28/02/2019) menjelaskan singkong sebagai komoditas pangan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Sifatnya fleksibel karena dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi baik itu pada tanah dengan pH asam maupun tanah dengan kadar alkalin. "Ini sangat potensial dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernutrisi karena memiliki kandungan betakaroten yang tinggi," ujar Fathoni .

Sayangnya, kata Fathoni, singkong belum menjadi sumber pangan utama. Selama ini masih ditekankan pada konsumsi dari komoditas padi, jagung, dan kedelai. Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan singkong kurang populer karena minimnya inovasi olahan. Karena itu, LIPI mengembangkan singkong sebagai bahan pangan olahan berupa tepung termodifikasi untuk bahan baku pembuatan mie sayur. 

Peneliti dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Yuly Astuti menjelaskan upaya paling besar dalam penurunan prevalensi stunting berupa intervensi gizi sensitif yang melibatkan berbagai sektor di luar sektor kesehatan, seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. 

Sementara upaya yang telah dilakukan pemerintah dari sektor kesehatan seperti Kementerian Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga  Berencana Nasional hanya berkontribusi sebesar 30 persen. (Ati)