Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 28 Februari 2019 / 16:23 WIB

Disnakkan Awasi Peredaran Daging Tak Layak Konsumsi

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Daging sapi tak layak konsumsi ditemukan beredar di pasaran, saat Balai Veteriner dan Kesehatan Provinsi Jateng bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali menggelar operasi dan pengambilan sampel pangan dari produk hewan di beberapa pasar tradisional di Boyolali, Rabu (27/2).

Ada tiga pasar tradisional yang menjadi lokasi pengawasan dan pengambilan sampel, yakni Pasar Ampel, Pasar Sunggingan, dan salah satu produsen abon. Berbagai jenis pangan produk hewan diambil untuk diperiksa, diantaranya daging sapi, kerupuk kulit, telur puyuh, hingga berbagai jenis ikan dan ikan asin yang dijual di pasaran. Produk pangan tersebut lalu diuji di laboratorium. Pengambilan dan pemeriksaan sampel dilakukan secara rutin dan berkala untuk memastikan kelayakan pangan yang beredar di masyarakat.

"Di Pasar Ampel ditemukan satu pedagang yang menjual daging sapi tak layak konsumsi," kata Kasi Kesehatan Veteriner Disnakkan Boyolali, Hendro Kurninato. 

Menurut Hendro produsen beralasan daging tersebut sudah dikirim ke Jakarta tapi tak laku. Lalu daging ditarik lagi dan dijual kembali ke masyarakat. Pihaknya pun langsung memberi peringatan keras ke padagang bersangkutan dan akan dibawa ke jalur hukum jika mengulanginya lagi. Sebab tindakannya tersebut sangat merugikan konsumen. "Kalau mengulangi, akan kita proses ke pihak berwajib. Sebab itu sangat berbahaya," tegasnya. (Gal)