DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 28 Februari 2019 / 13:31 WIB

Pameran Babad Diponegoro Dikunjungi 8 Ribu Orang

YOGYA, KRJOGJA.com - Selama 24 hari digelar, Pameran Gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery dalam rangkaian Jogja Heboh 2019 mampu menarik perhatian 8.000 pengunjung. Bahkan, sejumlah tamu penting seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan IV (1993-1998) Wardiman Djojonegoro, menyempatkan hadir melihat visualisasi sosok Pangeran Diponegoro tersebut.

"Kalau kami rekap, pameran tersebut dikunjungi 325 orang perhari. Sebagian besar dari siswa SD hingga mahasiswa Perguruan Tinggi (PT), juga ada masyarakat umum yang memang tertarik dengan sejarah, khususnya terkait Diponegoro," ujar kurator pameran Dr Mikke Susanto MA kepada KR, Rabu (27/2). Bahkan, Sri Mulyani juga membeli dua lukisan karya Mahdi Abdullah dan Hadi Susanto untuk dipasang di Kantor Kemenkeu Jakarta.

"Kami juga enggak tahu beliau ngerti ada pameran ini dari mana. Bu Sri Mulyani pada waktu itu ingin mengisi waktu luang sebelum penerbangan. Sampai di sini, kami pandu dan beliau tertarik dengan dua lukisan itu terus dibeli," cerita Mikke. 
Mengenai lukisan yang terjual, Mikke menyatakan ada 22 karya telah dibeli dari 52 lukisan. Pembeli lukisan itu bukanlah investor, membeli untuk dijual, tapi betul-betul kolektor yang memahami sejarah. 

"Soal harganya, sebenarnya saya juga ingin tahu ya. Tapi ini kesepakatan teman-teman seniman juga untuk tidak mempublikasikan harga. Namun, saya bisa bilang, lukisan yang terjual itu sudah sesuai dengan kualitas seniman, termasuk di dalamnya ide, kreativitas hingga teknik," bebernya. Pihaknya juga tidak menaikkan harga lukisan meski sedang dalam pameran.

Mikke menambahkan, lukisan Pangeran Diponegoro bakal dibawa ke Museum BPK RI di Magelang untuk kembali dipamerkan dalam rangka Hari Literasi Nasional. "Tidak semua kami bawa, hanya dua, sisanya kami jadikan infografis di satu dinding agar semua bisa menikmati," tandasnya.

Salah satu mahasiswa yang pernah mengunjungi pameran, Ida Kurniawati mengaku menikmati visualisasi sang Pahlawan Nasional. Selama ini dalam pelajaran sejarah, siswa tak mengenal dekat para pahlawannya. "Dulu di buku-buku sejarah, Pangeran Diponegoro cuma digambarkan sebagai pahlawan pakai sorban, naik kuda menumpas penjajah. Dari pameran ini, kita tahu bawah Diponegoro bukan hanya perang 1825-1830 saja, tapi juga gejolaknya sebagai manusia," tuturnya. (M-1)