Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 27 Februari 2019 / 20:11 WIB

DPRD Desak Bupati Copot Dirut Aneka Usaha

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar mendesak Bupati Juliyatmono merevisi aturan penyertaan modal Perusahaan Daerah Aneka Usaha. Bupati juga disarankan mencopot secara permanen direktur utama perusahaan itu, Untung Sriyanto. 

“Di Perda No 9 tahun 2015 tentang Perusda Aneka Usaha, penyertaan modal tercatat Rp 10 miliar. Padahal sekarang, Pemda sudah menyertakan asetnya senilai Rp 21 miliar. Dibutuhkan Perda yang relevan dengan aset. Revisi Perda dibutuhkan untuk mengkaver aturan penyertaan aset hingga Rp 50 miliar,” kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Toni Hatmoko kepada KR di gedung Dewan, Rabu (27/2). 

Penyertaan modal yang difasilitasi Perda akan memudahkan perusahaan itu menjalin kerjasama maupun menjaring investasi. Calon pemodal lebih memiliki jaminan kepercayaan terhadap perusahaan milik Pemkab Karanganyar itu. 

Selain itu, Toni memasang mosi tidak percaya terhadap Dirut Perusda Aneka Usaha, Untung Sriyanto. Ia meminta bupati mencopotnya dari jabatan itu secara permanen. Saat ini, Untung masih berstatus dirut namun dinonaktifkan.

“Keputusan bupati tepat menonaktifkannya. Belum lama dia menjabat dirut, kami sudah meragukannya. Beberapa rekomendasi pembenahan perusahaan, hanya satu yang dilakukan. Yakni membuat sumur. Itu pun menurut kami, pengerjaan sangat mudah dari beberapa saran pembenahan. Lainnya seperti perombakan pegawai, pembenahan manajemen dan keuangan, tidak dilakukan,” katanya.

Untung menjabat dirut per 1 November 2018. Ia direkrut usai dirut sebelumnya yang undur diri, Nur Cholis Hidayat. Lebih lanjut Toni mengatakan, dua dirut itu tidak becus memimpin Perusda Aneka Usaha. Ia menyarankan sistem perekrutan diganti. (Lim)