Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 27 Februari 2019 / 19:40 WIB

Diduga Curang, Panitia Pilkades Digugat

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Ketua Panitia Pilkades Desa Jati, Kecamatan Jaten, Ook Karyanto digugat secara perdata di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh calon kades nomor urut 2, Edi Sarwoko. Ook dituding menyalahi aturan Pilkades guna memenangkan salah satu calon.

“Ada indikasi kecurangan di saat pemungutan suara sampai penghitungan. Anehnya, hanya panitia yang boleh masuk ruang penghitungan. Saksi maupun calon dilarang. Jendela sampai ditutup dan pintu dikunci. Ada apa di dalamnya? Sampai menimbulkan kecurigaan,” kata Edi Sarwoko kepada wartawan di halaman kantor Desa Jati, Jaten, Rabu (27/2).

Ia bersama sejumlah warga menunjukkan ekspresi kesal saat di halaman kantor desa. Mereka juga membawa poster bernada kecaman. Edi mengatakan, ia tak menggugatnya sendirian. Latar belakang sama mendasari seorang warga lain, Sukasno Prabowo menggugat Ook. Sukasno dan Edy Sarwoko merupakan warga Dusun Pundak Rt 05/Rw VII Desa Jati, Jaten.  

“Pemilih tanpa KTP dilayani. Padahal seharusnya menunjukkan undangan dan KTP, baru boleh nyoblos. Ini untuk menghindari masuknya orang luar,” katanya.

Dalam surat gugatannya, ia menghendaki dilakukan pemilihan ulang jika tergugat terbukti bersalah.

Sedangkan Sukasno mengatakan, jika dilakukan pemilihan ulang, harus transparan. Pada pilkades 20 Februari lalu, calon kades petahana Haryanta mengungguli pesaing tunggalnya, Edy Sarwoko.

Dikonfirmasi, Ook Karyanto menolak dianggp tidak netral. Menurutnya, seluruh manajemen pemungutan sampai penghitungan suara di kewenangan KPPS. “Saya ini panitia pilkades selaku pengawas. Tidak memiliki kewenangan di TPS. Mengenai gugatan ini, saya menunggu panggilan pengadilan saja,” katanya. (Lim)