Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 27 Februari 2019 / 16:45 WIB

Patah Sejak 2016, Jembatan Bejingan Mulai Diperbaiki

SRAGEN, KRJOGJA.com - Jembatan Bejingan di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, yang patah sejak 2016 akhirnya mulai diperbaiki. Jembatan penghubung menuju kawasan industri batik ini akan dibangun kembali dengan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar.

Pembongkaran jembatan yang melintang di atas Kali Grompol itu diawali dengan perusakan lapisan aspal di badan jembatan. Kegiatan pembongkaran jembatan sudah dimulai sejak beberapa hari terakhir. "Setelah dibongkar, dilanjutkan pembangunan fondasi dengan tiang pancang. Tidak ada penggalian karena air di sungai tidak pernah kering. Jadi, pembangunan fondasi tidak perlu menunggu dasar sungai kering,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, Rabu (27/2).

Jembatan Bejingan dibangun sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini dirancang tidak memiliki tiang di bagian tengah sehingga bila ada sampah pepohonan yang hanyut ke sungai tidak tersangkut di tiang jembatan. Selama ini, banyaknya sampah berupa rumpun bambu yang tersangkut di tiang jembatan menjadi penyebab kerusakan Jembatan Bejingan.
Menurut Marija, pembangunan Jembatan Bejingan akan berlangsung selama delapan bulan ke depan. Proyek ini dijadwalkan kelar pada Oktober mendatang. Sehingga jembatan ini belum bisa digunakan saat arus mudik Lebaran 2019.

Sebelum badan jembatan patah pada 2016, jembatan ini sudah mengalami kerusakan sejak 2014 lalu. Namun, saat itu Pemkab Sragen hanya melakukan perbaikan secara parsial. Banjir yang melanda Kali Grompol pada 2016 membuat pilar jembatan bagian tengah keropos.

Hal itu membuat badan jembatan patah menjadi dua bagian meski masih menempel pada pilar tengah. Jembatan ini sempat ditutup warga karena khawatir bakal memakan korban. Arus lalu lintas sempat dialihkan melewati jalan kampung setelah warga memasang barikade. Namun, pengguna jalan kebanyakan nekat membongkar barikade. Warga sekitar juga sempat menimbun tanah di ujung jembatan, namun pengguna sepeda motor masih bisa menerobos di antara sela-sela timbunan tanah itu. (Sam)