DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 27 Februari 2019 / 10:43 WIB

127 Kasus Lakalantas di Gunungkidul Libatkan Anak-anak

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Upaya menekan angka kecelakaan lalu-lintas melibatkan pengendara di bawah umur dan pelajar sejumlah sekolah, bekerja sama antara Polres dan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul terus dilakukan. Setelah menggelar razia meliputi pemeriksaan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di sekolah dengan mengedepankan penyuluhan dan pembinaan kini ditingkatkan dengan penindakan.

”Pengendara motor di bawah umur yang kita ketahui berkendara di jalan raya akan ditindak tegas,” kata Kasatlantas AKP Mega Tetuko SIK.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu-lintas kepolisian sudah melakukan berbagai program di antaranya Polisi Sahabat Anak untuk usia kelompok belajar sedangkan untuk usia SMP dan SMA ada program Patroli Keamanan Sekolah, selain itu ada program Satu Sekolah Dua Polisi. Sedangkan untuk program ke depan khususnya untuk menekan angka kecelakaan mulai Maret 2019 mendatang pihaknya akan menggelar Millenial Road Safety Festival untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor.

Berdasarkan data dari Unit Lakalantas Polres Gunungkidul selama 2018 terdapat 127 kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan anakanak, beberapa di antaranya meninggal dunia dan lainnya mengalami kategori berat dan ringan. Untuk kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan usia rentan 10-15 tahun sebanyak 83 korban, sedangkan pelaku 44 orang dan meninggal dunia ada 8 orang.

Mengacu pada Undang Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UU LLAJ) No 22 Tahun 2009 pengendara kendaraan bermotor harus memiliki Surat Izin Mengemudi dan syarat untuk bisa memiliki SIM adalah mereka yang telah dewasa berumur minimal 17 tahun. Sosialisasi terhadap aturan tersebut juga perlu untuk dipahami para orang tua. Karena berkendara kendaraan bermotor bagi anak-anak di bawah umur cukup berbahaya, ketangguhan dalam berkendara juga masih labil.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya kecelakaan lalu-lintas di jalan raya yang melibatkan pengendara motor di bawah umur. ”Kecelakaan melibatkan pelajar di bawah umur harus dilakukan antisipasi agar jumlah korban kecelakaan ini bisa dicegah dan peran orang tua sangat diharapkan,” terangnya. (Bmp)